Sepanjang 2025, PalmCo Kucurkan Dana TJSL Lebih dari Rp65 Miliar

JurnalPatroliNews – Jakarta – Subholding Perkebunan PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, terus memperkuat perannya dalam pembangunan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang tahun 2025, perusahaan mencatat realisasi penyaluran dana sosial lebih dari Rp65 miliar yang menjangkau masyarakat di 94 kabupaten dan kota di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan capaian tersebut mencerminkan perubahan pendekatan perusahaan dalam menjalankan program sosial. Menurutnya, TJSL PalmCo kini diarahkan untuk menghasilkan dampak jangka panjang, bukan sekadar bantuan karitatif.

“Program TJSL kami berangkat dari semangat Hadir Berdampak, Tumbuh Berkelanjutan. Artinya, kegiatan sosial harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Januari 2026.

Ia menjelaskan, sepanjang 2025 PalmCo mengedepankan konsep Creating Shared Value (CSV), di mana masyarakat dan perusahaan tumbuh bersama. Salah satu implementasinya adalah penguatan pelaku usaha mikro dan kecil di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Menurut Jatmiko, hingga akhir 2025 PalmCo telah mendampingi lebih dari 8.500 UMK melalui program pembinaan, peningkatan kapasitas, hingga perluasan akses pasar. Salah satu contoh keberhasilan terlihat pada UMKM pandai besi di Desa Teratak, Riau, yang kini tergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih dan menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan.

Selain sektor ekonomi, alokasi TJSL juga difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui PalmCo Scholarship Program, perusahaan memberikan beasiswa penuh selama empat tahun bagi pelajar berprestasi dari lingkungan sekitar unit usaha untuk menempuh pendidikan tinggi.

Di bidang lingkungan, PalmCo mengusung program bertema Green Harmony. Sepanjang 2025, perusahaan telah menanam lebih dari 30 ribu pohon untuk rehabilitasi daerah aliran sungai serta menebar lebih dari 40 ribu bibit ikan. Upaya konservasi satwa dilindungi seperti orangutan dan gajah juga dilakukan melalui kerja sama dengan BKSDA dan berbagai organisasi nonpemerintah.

PalmCo turut mengambil peran aktif dalam penanganan bencana, terutama bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di Sumatera. Jatmiko menyebut, perusahaan berupaya hadir sejak fase awal tanggap darurat dengan menyediakan evakuasi, posko pengungsian, dan logistik dasar.

“Keterlibatan kami tidak berhenti pada masa darurat. PalmCo ikut mendukung proses pemulihan, termasuk pengawasan pembangunan dan relokasi sekitar 2.000 hunian tetap bagi warga terdampak bencana,” pungkasnya.