Tuntaskan Misi PBB di Lebanon, Kasal Sambut Kepulangan 120 Prajurit KRI SIM-367

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali secara resmi menyambut kepulangan 120 prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, pada Minggu (1/2/2026).

Para prajurit tersebut baru saja menyelesaikan misi perdamaian dunia di bawah mandat PBB di Lebanon dengan menggunakan kapal perang Korvet kelas SIGMA, KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367.

Kehadiran kapal perang ini di tanah air menandai berakhirnya penugasan panjang yang telah dijalankan dengan penuh dedikasi sejak awal tahun lalu.

Di bawah komando Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah, KRI SIM-367 membawa personel yang memiliki kualifikasi khusus, mulai dari kru kapal, pilot, hingga pasukan khusus Kopaska dan penyelam.

Selama menjalankan misi di Laut Mediterania, kapal perang kebanggaan Indonesia ini tercatat telah melakukan 33 kali operasi patroli on task.

Tidak hanya menjaga keamanan perairan, satgas ini juga aktif menjalankan naval diplomacy melalui latihan bersama dengan berbagai angkatan laut asing sebanyak 150 kali, yang mencerminkan profesionalitas prajurit laut Indonesia di kancah internasional.

Keberhasilan misi ini juga dibuktikan dengan deretan penghargaan bergengsi dari komunitas internasional. Beberapa di antaranya meliputi Letter of Appreciation dari Maritime Task Force Commander asal Jerman, UN Medal dari Spanyol, hingga LAF Medal dari Angkatan Laut Lebanon.

Selain itu, sebagai bentuk apresiasi atas peran para prajurit dalam memperkenalkan identitas bangsa di luar negeri, Dubes RI untuk Lebanon juga menganugerahkan Medali Duta Budaya RI kepada satgas tersebut.

Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas keberhasilan para prajurit dalam menjaga stabilitas keamanan internasional.

Ia menekankan bahwa misi ini selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pertahanan negara serta menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif.

Melalui pengakuan dunia yang diraih, TNI AL kembali membuktikan komitmennya sebagai kekuatan maritim yang modern dan berdaya saing global, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia.