Outlook Moody’s Ditekan Negatif, Prabowo Siapkan Forum Indonesia Economic Outlook

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah proaktif menyikapi keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings yang merevisi prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negatif. Pemerintah akan menggelar forum Indonesia Economic Outlook sebagai wadah penyampaian penjelasan menyeluruh kepada publik dan pelaku pasar.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta. Menurut Airlangga, Presiden meminta jajaran ekonomi pemerintah menyiapkan paparan komprehensif terkait kondisi dan arah perekonomian nasional.

“Presiden menginstruksikan agar disusun penjelasan yang lebih utuh melalui forum sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook yang akan dilaksanakan pada Jumat mendatang. Dalam forum itu, pemerintah akan memaparkan posisi ekonomi nasional serta program-program prioritas,” ujar Airlangga.

Melalui forum tersebut, pemerintah akan mengulas berbagai indikator ekonomi utama, termasuk peluang peningkatan penerimaan negara dan strategi kebijakan jangka menengah hingga panjang. Salah satu isu yang akan mendapat sorotan adalah rencana pengelolaan investasi nasional melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Airlangga menegaskan, klarifikasi ini penting agar pelaku pasar memperoleh gambaran utuh mengenai kebijakan fiskal dan investasi pemerintah ke depan. “Aspek penerimaan negara yang berpotensi meningkat serta peran Danantara tentu perlu dijelaskan secara terbuka dan terukur,” katanya.

Meski Moody’s memberikan outlook negatif, Airlangga menekankan bahwa posisi fundamental Indonesia masih relatif kuat. Ia menyebut, secara keseluruhan peringkat kredit Indonesia tetap berada pada kategori layak investasi berdasarkan penilaian lembaga pemeringkat global.

“Baik Moody’s, Fitch Ratings, maupun Standard & Poor’s masih menempatkan Indonesia pada level investment grade. Hanya saja, Moody’s memberikan catatan berupa outlook negatif,” pungkasnya.