JurnalPatroliNews – Jakarta – Kemenangan besar Bangladesh Nationalist Party (BNP) dalam pemilihan parlemen menandai babak baru politik Bangladesh, negara berpenduduk lebih dari 170 juta jiwa. Ketua BNP Tarique Rahman, yang diproyeksikan segera menjabat sebagai perdana menteri, menyatakan tekadnya untuk memulihkan demokrasi serta memperkuat institusi negara yang dinilai melemah dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam konferensi pers pertamanya di Dhaka, Rahman mengakui bahwa pemerintahan baru akan menghadapi tantangan berat. Ia menyebut kondisi ekonomi yang rapuh, persoalan keamanan, serta ketertiban umum sebagai pekerjaan rumah utama yang harus segera ditangani.
Berdasarkan hasil resmi, BNP berhasil mengamankan mayoritas kursi di parlemen yang beranggotakan 350 orang. Sementara itu, aliansi 11 partai yang dipimpin Jamaat-e-Islami diperkirakan akan mengambil peran sebagai kekuatan oposisi utama.
Pemilihan umum kali ini menjadi yang pertama sejak lengsernya mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina di tengah gelombang protes besar pada 2024. Proses pemungutan suara berada di bawah pengawasan pemerintahan sementara yang dipimpin peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus, dan dinilai berlangsung relatif damai serta menjadi momentum perubahan politik yang signifikan.
Rahman tidak menampik beratnya situasi yang diwarisi dari pemerintahan sebelumnya. “Kami memulai perjalanan ini dengan kondisi ekonomi yang rapuh akibat rezim otoriter, lembaga konstitusional dan hukum yang melemah, serta situasi ketertiban umum yang memburuk,” ujarnya, seperti dikutip PBS News, Minggu (14/2/2026).
Putra mendiang mantan perdana menteri Khaleda Zia itu juga menyerukan persatuan nasional guna mencegah bangkitnya kembali otoritarianisme. Ia menegaskan pentingnya menjaga kehendak rakyat sebagai fondasi utama pemerintahan baru.
BNP selama ini dikenal sebagai rival utama Awami League, partai yang sebelumnya berkuasa dan kini telah dibubarkan. Sheikh Hasina, yang memimpin selama 15 tahun, dituding semakin otoriter dan telah divonis atas kejahatan terhadap kemanusiaan terkait ratusan korban jiwa dalam rangkaian aksi protes berkepanjangan.
Pemerintahan baru dijadwalkan akan dilantik dalam beberapa hari ke depan. Kemenangan BNP memunculkan harapan akan stabilitas politik serta arah baru bagi demokrasi Bangladesh setelah periode panjang ketidakpastian.














