JurnalPatroliNews – Purwakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dilaporkan telah memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan lapangan kerja di Indonesia.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menyerap tenaga kerja secara masif, baik secara langsung maupun melalui ekosistem UMKM.
Berdasarkan data BGN, satu unit SPPG membutuhkan sedikitnya 47 orang relawan dapur. Dengan target operasional mencapai puluhan ribu titik di seluruh Indonesia, penyerapan tenaga kerja langsung diproyeksikan menyentuh angka hampir satu juta orang.
Dampak ini kian meluas pada sektor UMKM penyedia bahan baku seperti produsen tahu, tempe, dan telur, yang diperkirakan mampu menyerap tambahan 3 hingga 4 juta pekerja di seluruh pelosok daerah.
Dalam kunjungannya ke Purwakarta, Nanik menekankan pentingnya manajemen operasional yang ketat di setiap SPPG. Ia menginstruksikan para Kepala SPPG untuk terjun langsung mengawasi seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan di dapur, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.
Pengawasan kualitas menjadi titik kritis, di mana pengelola diberikan kewenangan penuh untuk menolak bahan makanan dari distributor jika ditemukan kualitas yang tidak segar atau tidak sesuai standar gizi.
Selain aspek manajerial, BGN juga menaruh perhatian pada penguatan ekonomi lokal di wilayah perairan. Saat meninjau Waduk Cirata, Nanik mendorong adanya perubahan nasib bagi para pekerja karamba jaring apung.
Ia meminta pemerintah daerah memfasilitasi para pekerja agar bisa kembali menjadi pemilik usaha melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Nantinya, hasil budi daya ikan dari petani lokal tersebut akan diprioritaskan untuk menyuplai kebutuhan protein dalam menu MBG.
Program ini ditegaskan bukan sekadar janji kampanye, melainkan komitmen jangka panjang untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang kekurangan gizi.
Selain meningkatkan kesehatan siswa, keberadaan MBG terbukti meningkatkan motivasi anak-anak untuk hadir di sekolah.
BGN berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem distribusi dan transparansi anggaran agar dana yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat ganda bagi kesehatan generasi muda dan kesejahteraan ekonomi rakyat.













