JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah Indonesia siap menghadapi berbagai kemungkinan setelah dinamika kebijakan tarif di Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan Prabowo di Washington, D.C., Sabtu (21/2/2026), menyusul putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif era Presiden Donald Trump.
Menurut Prabowo, perundingan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang telah berlangsung cukup lama pada dasarnya menghasilkan kesepahaman yang saling menguntungkan dan dilandasi sikap saling menghormati.
“Perundingan sudah cukup lama, artinya ketemu saling menguntungkan, saling menghormati saya kira bagus ya,” ujar Prabowo.
Ia mengakui proses negosiasi tarif berjalan panjang dan penuh dinamika. Meski demikian, hasil yang dicapai dinilai tetap berada dalam koridor positif bagi kepentingan nasional Indonesia.
Menanggapi putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif Trump, Prabowo menegaskan Indonesia menghormati proses politik dan hukum yang berlangsung di Negeri Paman Sam.
“Kita siap menghadapi semua kemungkinan. Kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat, kita lihat perkembangannya,” tegasnya.
Terkait kebijakan tarif sementara sebesar 10 persen, Prabowo memandang langkah tersebut masih relatif menguntungkan bagi Indonesia.
“Saya kira menguntungkan ya. Kita siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” tambahnya.
Selain membahas isu perdagangan, Prabowo juga mengungkapkan pertemuannya dengan sejumlah pimpinan perusahaan investasi global selama berada di Washington. Ia menyebut para investor menunjukkan minat dan kepercayaan yang kuat terhadap prospek ekonomi Indonesia.
“Mereka menyampaikan mereka sangat tertarik sama Indonesia, mereka confident, mereka lihat iklimnya membaik terus, mereka positif terhadap ekonomi kita,” pungkas Prabowo.












