JurnalPatroliNews – Jakarta – Sebuah interaksi singkat di penghujung konferensi pers perjanjian resiprokal Indonesia–Amerika Serikat pada Jumat (20/2/2026) mendadak menjadi sorotan publik. Momen tersebut terekam kamera dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Konferensi pers awalnya berlangsung formal dengan pemaparan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. Keduanya menyampaikan hasil negosiasi dagang yang diklaim mampu menurunkan tarif Amerika Serikat terhadap Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.
Situasi berubah setelah sesi paparan dan tanya jawab berakhir. Dalam siaran langsung, kamera menangkap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mendekati Rosan dari belakang posisi Airlangga, lalu membisikkan sesuatu.
Ucapan Teddy, yang diduga berbunyi “Ngundang saya cuma buat pajangan?”, terdengar cukup jelas melalui mikrofon dan kemudian beredar luas dalam potongan video di media sosial yang dipantau redaksi pada Senin (23/2/2026).
Cuplikan tersebut segera memicu beragam tafsir di ruang publik. Sebagian warganet menilai pernyataan itu mencerminkan kekecewaan karena Teddy tidak mendapat kesempatan berbicara dalam forum resmi.
Namun, tidak sedikit pula yang menilai ucapan tersebut sekadar gurauan internal antarpejabat setelah agenda formal selesai dan suasana mulai mencair.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai konteks lengkap percakapan yang viral tersebut.













