JurnalPatroliNews – Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak pemerintah Indonesia segera menyampaikan ucapan dukacita resmi atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur dalam serangan Israel yang dibantu Amerika Serikat pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS, Mulyanto, menilai langkah tersebut penting untuk menjaga konsistensi hubungan bilateral antara Indonesia dan Republik Islam Iran yang telah terjalin sejak 1950-an.
“Demi menjaga konsistensi hubungan bilateral sejak 1950-an, memperkuat citra Indonesia sebagai negara berprinsip bebas aktif, serta menegaskan komitmen terhadap perdamaian dunia, pemerintah Republik Indonesia sepatutnya mempertimbangkan untuk menyampaikan ucapan duka cita resmi kepada Republik Islam Iran,” ujar Mulyanto kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, Indonesia dan Iran telah menjalin hubungan diplomatik formal sejak 1950, menjadikan Iran sebagai salah satu mitra bilateral terlama sekaligus sahabat strategis Indonesia di kawasan Asia dan dunia. Hubungan yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade itu, kata dia, dibangun atas dasar saling menghormati kedaulatan serta kepentingan nasional masing-masing.
Mulyanto yang juga anggota DPR RI periode 2019–2024 menambahkan, relasi kedua negara tidak hanya mencakup kerja sama politik dan ekonomi, tetapi juga memiliki ikatan budaya dan historis yang panjang. Interaksi antarmasyarakat bahkan telah terjalin sejak era perdagangan kuno.
Dalam momentum duka nasional di Iran, ia berpandangan penyampaian belasungkawa dari pemerintah Indonesia merupakan bentuk penghormatan terhadap persahabatan yang telah lama terbangun.
Menurutnya, politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif bukan berarti memihak kekuatan tertentu, melainkan tetap berperan aktif menjaga perdamaian dunia. Karena itu, penyampaian dukacita dinilai sebagai langkah kemanusiaan yang tidak bertentangan dengan prinsip tersebut.
“Sebagai negara yang menjunjung tinggi Pancasila dan amanat konstitusi untuk ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia, Indonesia memiliki posisi moral untuk menunjukkan empati terhadap bangsa yang sedang berduka,” pungkasnya.













