Sugiono dan Menlu Korsel Perkuat Kemitraan Strategis, Investasi Galangan Kapal Jadi Fokus

JurnalPatroliNews | Manila – Indonesia dan Korea Selatan mempertegas komitmen memperkuat kemitraan strategis melalui peningkatan kerja sama investasi, dengan pembangunan galangan kapal di Indonesia menjadi salah satu agenda prioritas.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral Menteri Luar Negeri RI Sugiono dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun di sela ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/Post Ministerial Conferences (AMM/PMC) di Manila, Filipina.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan Indonesia siap memperluas kolaborasi dengan Korea Selatan guna menghasilkan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

“Indonesia siap untuk terus bekerja sama erat dengan Republik Korea untuk menghasilkan kerja sama konkret,” ujar Sugiono, sebagaimana dikutip dari keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Minggu (26/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri membahas tindak lanjut hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada April 2026, sekaligus percepatan implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus yang telah disepakati kedua negara.

Kerja sama diarahkan pada sejumlah sektor strategis, antara lain pertahanan, energi, investasi, dan penguatan industri maritim.

Secara khusus, Menlu Cho Hyun menyampaikan komitmen pemerintah Korea Selatan untuk mendorong investasi perusahaan-perusahaan Korea dalam pembangunan galangan kapal di Indonesia.

Investasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi kapal komersial berukuran besar maupun menengah serta memperkuat daya saing industri perkapalan nasional.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya Indonesia mempercepat pembangunan sektor maritim sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain membahas kerja sama ekonomi, Sugiono dan Cho Hyun juga bertukar pandangan mengenai sejumlah isu strategis kawasan dan global, termasuk perkembangan situasi di Iran dan Semenanjung Korea.

Dalam kesempatan itu, Cho Hyun menyampaikan dukungan terhadap peran Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, khususnya terkait upaya deeskalasi ketegangan di Iran.

Kedua menteri juga menegaskan pentingnya memperkuat multilateralisme serta menjaga tatanan internasional yang berlandaskan hukum sebagai fondasi stabilitas kawasan dan dunia.

Pertemuan bilateral tersebut mencerminkan komitmen Indonesia dan Korea Selatan untuk terus memperluas kerja sama yang lebih substantif di berbagai bidang strategis.

Selain mendorong peningkatan investasi dan pengembangan industri maritim, kedua negara juga berkomitmen memperkuat kolaborasi di sektor pertahanan, energi, serta berbagai bidang yang dapat memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi masing-masing.

Dengan semakin eratnya hubungan strategis kedua negara, Indonesia berharap investasi Korea Selatan tidak hanya meningkatkan kapasitas industri nasional, tetapi juga membuka peluang alih teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri maritim di kawasan Asia.

Komentar