JurnalPatroliNews – Riyadh -Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi keberhasilan sistem pertahanan udara mereka dalam mencegat dua rudal jelajah yang mengarah ke wilayah selatan ibu kota pada Rabu (4/3/2026) pagi waktu setempat.
Selain ancaman rudal, pihak militer juga melaporkan telah menghancurkan sembilan unit drone yang terdeteksi memasuki ruang udara Kerajaan secara ilegal.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui saluran pemerintah, kementerian mengungkapkan bahwa kedua rudal jelajah tersebut berhasil dilumpuhkan di atas distrik Al-Kharj. Wilayah ini merupakan area strategis yang terletak di sebelah selatan Riyadh.
Upaya penghancuran proyektil tersebut dilakukan sebelum sempat menyentuh target atau menimbulkan kerusakan signifikan di darat.
Laporan dari kantor berita pemerintah, Saudi Press Agency (SPA), yang mengutip juru bicara kementerian, menyebutkan bahwa sembilan drone tempur juga berhasil dinetralkan segera setelah melintasi batas wilayah udara Arab Saudi.
Operasi pencegatan ini menunjukkan kesiapsiagaan penuh dari pasukan pertahanan udara Kerajaan di tengah dinamika keamanan regional yang sangat fluktuatif.
Hingga saat ini, otoritas Arab Saudi belum merinci secara spesifik asal-usul serangan maupun kelompok yang bertanggung jawab di balik aksi tersebut.
Namun, insiden ini terjadi dalam periode ketegangan tinggi di kawasan Timur Tengah, menyusul eskalasi konflik terbuka yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Serangan ini semakin mempertegas adanya ancaman nyata terhadap stabilitas keamanan negara-negara di kawasan Teluk sebagai dampak dari meluasnya konflik di pedalaman Iran.
Pemerintah Arab Saudi menyatakan akan terus memperketat pengawasan di seluruh titik perbatasan guna memastikan keamanan warga sipil dan instalasi vital nasional dari segala bentuk agresi udara.














