JurnalPatroliNews | Jakarta โ Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menggelar proses asesmen bagi para kandidat yang mengikuti tahapan seleksi Calon Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) dan Jabatan Fungsional (JF) Utama dari sejumlah instansi pemerintah. Proses penilaian kompetensi tersebut dilaksanakan selama dua hari, 3โ4 Maret 2026, di Gedung Assessment Center BKN Pusat, Jakarta.
Asesmen ini merupakan bagian dari tahapan seleksi untuk mengisi posisi strategis Sekretaris Utama di lingkungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta jabatan fungsional utama di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kepala BKN Prof. Zudan dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti proses penilaian kompetensi tersebut. Ia menegaskan bahwa jabatan Sekretaris Utama memiliki peran yang sangat penting dan strategis, termasuk menjalankan fungsi sebagai Ketua Korpri di lingkungan BSSN.
Menurut Zudan, hubungan profesionalnya dengan BSSN sudah terjalin sejak lama, bahkan sejak lembaga tersebut masih bernama Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). Ia menilai BSSN merupakan institusi yang konsisten memberikan dukungan terhadap berbagai tugas strategis negara.
Ia mencontohkan, saat dirinya menjabat sebagai Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), BSSN berperan penting dalam memperkuat sistem enkripsi dan pengamanan data kependudukan, termasuk dalam mendukung berbagai agenda nasional seperti Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden, hingga Pilkada.
โSejak masih bernama Lemsaneg, lembaga ini sangat membantu perjalanan tugas saya. Karena itu hari ini BKN berkomitmen memberikan layanan terbaik sebagai bentuk profesionalitas sekaligus apresiasi kepada BSSN,โ ujar Zudan, Rabu (4/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Zudan juga memperkenalkan tim asesor utama yang terlibat dalam proses penilaian, salah satunya Haryomo Dwi Putranto. Ia menjelaskan bahwa para asesor yang ditugaskan memiliki pengalaman panjang dan kompetensi komprehensif dalam menilai kesesuaian kemampuan peserta dengan jabatan yang dilamar.
Zudan pun mendorong seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik selama proses asesmen berlangsung. Ia optimistis para kandidat yang mengikuti seleksi memiliki pengalaman serta kapasitas yang memadai, baik dari jabatan struktural maupun fungsional yang sebelumnya mereka emban.
Sementara itu, Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN, Mohammad Ridwan, memastikan bahwa seluruh tahapan asesmen dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel hingga penetapan hasil akhir.
Ridwan menjelaskan bahwa dalam proses asesmen ini BKN menggunakan metode penilaian yang komprehensif dengan melibatkan lima orang asesor. Para peserta akan menjalani berbagai simulasi dan tahapan penilaian kompetensi, antara lain Analisis Kasus (ANKAS), presentasi, Leaderless Group Discussion (LGD), wawancara kompetensi, serta psikometri.
Melalui rangkaian metode tersebut, BKN berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kapasitas kepemimpinan, kemampuan analisis, serta kompetensi manajerial para kandidat yang akan mengisi jabatan strategis di instansi pemerintah.














