JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan kesiapan tempur tertinggi untuk mempertahankan kedaulatan nasional di tengah memanasnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tegas ini muncul menyusul gelombang serangan udara yang melibatkan ratusan rudal dan drone yang melintasi wilayah udara UEA sebagai imbas konflik antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran.
Juru Bicara Resmi Kementerian Pertahanan UEA, Brigadir Jenderal Pilot Abdulnasir Alhameedi, mengonfirmasi bahwa Angkatan Bersenjata UEA saat ini berada pada tingkat kesiapan operasional puncak.
UEA mengandalkan sistem pertahanan udara multi-lapisan terintegrasi yang mencakup perlindungan jarak pendek hingga jarak jauh untuk memastikan wilayah udara nasional tetap steril dari ancaman musuh.
Data militer mencatat bahwa sejak awal serangan, pertahanan udara UEA telah menangani 186 rudal balistik Iran, di mana 172 di antaranya berhasil dihancurkan. Selain itu, dari 812 drone yang terdeteksi, 755 berhasil dicegat sebelum mencapai target.
Meski demikian, serangan tersebut dilaporkan mengakibatkan tiga korban jiwa dan kerusakan terbatas pada sejumlah fasilitas sipil.
Kementerian Pertahanan mengklarifikasi bahwa dentuman keras yang terdengar di berbagai daerah merupakan hasil operasi pencegatan objek udara oleh pesawat tempur dan sistem rudal pertahanan UEA.
Di ranah diplomatik, Menteri Negara untuk Kerja Sama Internasional, Reem bint Ebrahim Al Hashimy, menegaskan bahwa UEA telah mengambil langkah tegas dengan menutup Kedutaan Besar di Teheran serta menarik misi diplomatiknya.
UEA juga telah melayangkan nota protes keras kepada Duta Besar Iran terkait pelanggaran kedaulatan tersebut. Al Hashimy menekankan bahwa UEA mempertahankan hak sah untuk membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB, namun tetap menyerukan de-eskalasi melalui dialog serius.
Meskipun situasi keamanan berada dalam siaga tinggi, sektor ekonomi dan pariwisata dilaporkan tetap stabil.
Menteri Ekonomi dan Pariwisata, Abdulla bin Touq Al Marri, menyatakan bahwa cadangan strategis barang kebutuhan pokok di UEA mencukupi untuk kebutuhan empat hingga enam bulan ke depan. Arus impor tetap berjalan normal melalui jalur alternatif yang telah disiapkan pemerintah.
Di sektor penerbangan, Otoritas Penerbangan Sipil Umum telah mengaktifkan koridor udara darurat untuk memastikan kelancaran transportasi. Pemerintah UEA juga mengambil kebijakan luar biasa dengan menanggung biaya akomodasi dan biaya hidup bagi para pelancong yang terkendala jadwal penerbangan.
Departemen Pariwisata di Abu Dhabi dan Dubai telah menginstruksikan seluruh hotel untuk memperpanjang masa inap tamu yang terdampak gangguan jadwal pesawat secara gratis.
Kementerian Dalam Negeri UEA melaporkan bahwa situasi keamanan domestik tetap terkendali dengan pengerahan lebih dari 3.200 kendaraan khusus dan 4.100 personel lalu lintas untuk menjaga ketertiban.
Masyarakat diimbau untuk hanya mempercayai informasi dari saluran media nasional resmi dan menghindari penyebaran rumor yang tidak terverifikasi guna menjaga stabilitas nasional selama masa krisis.











