Satgas Yonif 9 Marinir Beri Pengobatan Gratis, Wujud Kepedulian TNI di Perbatasan Papua

JurnalPatroliNews – Jakarta – Prajurit TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Mobile Gobang VII Yonif 9 Marinir menggelar aksi kemanusiaan berupa pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di wilayah Maybrat, Papua Barat Daya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (4/3/2026) ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan teritorial sekaligus memastikan stabilitas kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan.

Aksi sosial ini mendapatkan respons positif dan antusiasme tinggi dari warga setempat. Puluhan masyarakat dari berbagai kelompok usia datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.

Kehadiran tim medis TNI AL ini dinilai sangat membantu warga yang selama ini mengalami kendala akibat keterbatasan akses dan jarak menuju fasilitas layanan kesehatan permanen di daerah tersebut.

Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Satgas Yonif 9 Marinir meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis ringan, hingga pemberian obat-obatan serta vitamin sesuai dengan kebutuhan pasien.

Selain memberikan pengobatan, para prajurit juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat di sekitar pos pengamanan.

Komandan Satgas RI–PNG Mobile Gobang VII Yonif 9 Marinir, Letkol Marinir Achmad Toripin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari tugas pembinaan teritorial.

Menurutnya, kehadiran negara di wilayah perbatasan tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan fisik, tetapi juga melalui tanggung jawab sosial untuk membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

Program pelayanan kesehatan keliling ini diharapkan dapat mempererat hubungan emosional dan solidaritas antara prajurit TNI AL dengan masyarakat Papua.

Langkah ini selaras dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) bahwa peran TNI AL harus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat maritim dan pedalaman melalui pendekatan kemanusiaan yang terintegrasi dengan tugas operasi militer.