JurnalPatroliNews – Washington – Presiden Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah menyerah kepada negara-negara tetangganya di kawasan Timur Tengah setelah menghadapi tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social. Dalam unggahan itu, Trump menyebut Iran telah meminta maaf kepada negara-negara di kawasan dan berjanji tidak akan lagi melancarkan serangan terhadap mereka.
“Iran, yang sedang dihancurkan habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah, serta berjanji tidak akan menembaki mereka lagi. Janji ini hanya dibuat karena serangan tanpa henti dari AS dan Israel,” tulis Trump seperti dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (8/3/2026).
Trump juga menilai ambisi Iran untuk mendominasi kawasan Timur Tengah telah dipatahkan. Ia bahkan mengklaim bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah panjang kawasan tersebut, Iran mengalami kekalahan dari negara-negara di sekitarnya.
“Mereka berupaya untuk mengambil alih dan memerintah Timur Tengah. Ini adalah pertama kalinya Iran kalah, dalam ribuan tahun, dari negara-negara Timur Tengah di sekitarnya,” ujar Trump.
Dalam pernyataan yang sama, Trump melontarkan kritik keras terhadap Iran dan menyebut negara tersebut kini bukan lagi kekuatan dominan di kawasan.
“Iran bukan lagi ‘Pengganggu Timur Tengah,’ melainkan ‘Pihak yang Kalah di Timur Tengah,’ dan akan tetap demikian selama beberapa dekade hingga mereka menyerah atau, kemungkinan besar, runtuh sepenuhnya!” tulisnya.
Trump juga memperingatkan kemungkinan adanya serangan militer yang lebih besar terhadap Iran di masa mendatang jika situasi terus memburuk.
“Hari ini Iran akan dihantam sangat keras. Yang sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya dan menyebabkan kematian pasti adalah daerah dan kelompok orang yang sampai saat ini tidak dianggap sebagai sasaran,” tulis Trump.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah serangkaian serangan militer yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.














