Menkop Ferry Juliantono: Kopontren Sunan Drajat Adalah Referensi Terbaik Koperasi Pesantren Nasional

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri Grand Opening Sundra Family Care di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan, Selasa (10/3).

Unit bisnis baru yang dikelola oleh Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat ini menjadi simbol kemandirian ekonomi pesantren yang mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu kawasan.

Sundra Family Care hadir dengan fasilitas lengkap, mulai dari gerai ritel modern, klinik kesehatan, apotek, area bermain (playground), hingga restoran. Menkop Ferry mengapresiasi langkah diversifikasi ini sebagai upaya memperkuat fundamental ekonomi koperasi dalam melayani santri dan masyarakat luas.

“Kami siap mendukung penuh pengembangan ekonomi Ponpes Sunan Drajat. Ini akan menjadi cabang ekonomi baru yang memperkuat basis pelayanan masyarakat,” ujar Menkop Ferry di hadapan Pengasuh Ponpes Sunan Drajat, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur.

Menjadi ‘Kakak Asuh’ Koperasi Nasional

Melihat tata kelola bisnis yang profesional, Menkop Ferry menilai Kopontren Sunan Drajat sangat ideal untuk menjadi “kakak asuh” bagi puluhan ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang saat ini sedang dikembangkan pemerintah secara masif.

Kemenkop berkomitmen memberikan dukungan nyata melalui:

  • Pembiayaan: Melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi yang merupakan BLU di bawah Kemenkop.
  • Pengembangan SDM: Peningkatan kapasitas teknis pengelola koperasi.
  • Pusat Distribusi: Mendukung pengembangan entitas bisnis logistik untuk menyuplai kebutuhan gerai-gerai koperasi lainnya.

Siklus Ekonomi dari dan untuk Rakyat

Direktur Utama Perekonomian Ponpes Sunan Drajat, Anas Al Hafni, menjelaskan bahwa Sundra Family Care mengusung konsep ekonomi inklusif. Produk-produk yang dijual berasal dari hasil masyarakat lokal seperti hortikultura, perikanan, dan kuliner yang telah dikurasi dengan baik.

“Seluruh produk berasal dari masyarakat dan kembali untuk masyarakat. Kami menyediakan kebutuhan dasar dengan harga murah dan berkualitas tinggi guna menciptakan siklus ekonomi yang sehat,” kata Anas.

Langkah strategis ini sejalan dengan cita-cita menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional, di mana pesantren berperan aktif sebagai pusat inkubasi bisnis yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.