JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah memberikan penjelasan rinci mengenai proses pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tengah masif dilakukan di seluruh Indonesia.
Klarifikasi ini menyusul adanya isu viral mengenai penutupan gerai KDKMP di Bojonegoro tak lama setelah prosesi simbolis dilakukan.
Wamenkop menegaskan bahwa pendirian 83 ribu KDKMP melalui tahapan yang sistematis. Setelah legalitas badan hukum tuntas, saat ini fokus utama pemerintah adalah tahap pembangunan infrastruktur sesuai Inpres No. 17 Tahun 2025.
“Saat ini sudah ada 2.200 KDKMP yang pembangunan fisik gerai dan gudangnya selesai 100 persen, sementara 31 ribu titik lainnya masih dalam proses konstruksi.
Setelah fisik rampung, barulah dilanjutkan dengan pengisian kelengkapan rak, alat transportasi, hingga verifikasi standar operasional,” jelas Farida dalam keterangan persnya, Kamis (12/3).
Simbol Syukur, Bukan Peluncuran Operasional
Terkait aksi gunting pita yang viral, Wamenkop menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan ekspresi syukur atas selesainya pembangunan fisik gedung, bukan tanda dimulainya operasional niaga. Gedung baru beserta fasilitasnya harus melewati proses verifikasi ketat sebelum diserahterimakan secara resmi kepada Kepala Desa dan pengurus koperasi.
“Kritik dan masukan masyarakat kami apresiasi sebagai bentuk perhatian tinggi. Kami terbuka demi memastikan KDKMP benar-benar sesuai tujuan, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tambahnya.
Penjelasan Wagub Jawa Timur
Senada dengan Wamenkop, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak meluruskan persepsi publik mengenai insiden di Bojonegoro. Ia menyatakan tidak ada peresmian operasional (launching) di Desa Ngraseh, Dander.
“Itu bukan launching, tapi tonggak progres yang disyukuri karena bangunannya sudah selesai. Di Jatim ada 774 titik yang pembangunannya sudah selesai. Wajar jika atap selesai kita tumpengan sebagai tanda syukur,” kata Emil.
Emil menambahkan, antusiasme warga sangat besar, termasuk para penerima bansos yang berminat menjadi anggota. Tujuannya agar mereka berdaya secara ekonomi melalui koperasi sehingga tidak terus bergantung pada bantuan sosial.
Proses Migrasi ke Gedung Baru
Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur, Endy Alim, menambahkan bahwa saat ini sudah ada 997 koperasi yang aktif beroperasi di Jawa Timur, namun masih menggunakan bangunan lama.
Setelah proses serah terima gedung baru KDKMP selesai, operasional koperasi tersebut akan segera dipindahkan ke fasilitas yang lebih modern dan lengkap tersebut.














