Donald Trump Ragukan Kondisi Mojtaba Khamenei: Masih Hidup, Tapi Luka Parah

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan spekulatif mengenai kondisi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.

Trump menduga putra dari mendiang Ali Khamenei tersebut masih hidup, namun dalam kondisi terluka parah pasca-serangan gabungan AS dan Israel.

Mojtaba Khamenei resmi terpilih menjadi orang nomor satu di Iran akhir pekan lalu, menggantikan ayahnya yang tewas pada hari pertama operasi militer gabungan tersebut.

Namun, sejak penunjukannya, Mojtaba belum pernah sekalipun muncul di hadapan publik. Kejanggalan ini semakin menguat saat pidato pelantikannya justru dibacakan oleh seorang presenter televisi nasional.

Kepada Fox News, Kamis (12/3/2026), Trump meragukan klaim pejabat Iran melalui Reuters yang menyebut Mojtaba hanya mengalami luka ringan akibat dampak serangan udara.

“Saya percaya kemungkinan dia masih hidup. Namun, saya kira dia mengalami luka yang sangat parah,” tegas Trump dalam wawancaranya.

Di tengah ketidakpastian kondisinya, melalui pernyataan tertulis yang dibacakan tersebut, Mojtaba Khamenei mengeluarkan ancaman keras.

Ia berjanji akan menutup Selat Hormuz, jalur krusial bagi pasokan energi global, serta mendesak negara-negara di Timur Tengah untuk segera menutup pangkalan militer AS di wilayah mereka.

Mojtaba juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan ragu untuk melanjutkan serangan ke berbagai negara di kawasan jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi. Pernyataan ini semakin memanaskan tensi geopolitik di Timur Tengah di tengah transisi kepemimpinan Iran yang penuh misteri.