Cegah Lebanon Jatuh ke Dalam Kekacauan, Presiden Prancis Desak Israel Hentikan Ofensif

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan kesiapan negaranya untuk memfasilitasi perundingan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Tawaran ini disampaikan Macron menyusul meningkatnya tensi militer di perbatasan kedua negara yang mengancam stabilitas keamanan di Timur Tengah.

Melalui pernyataan resmi di platform X pada Sabtu (14/3/2026), Macron mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pertemuan intensif dengan para pucuk pimpinan Lebanon di Paris pada Jumat (13/3). Pertemuan tersebut melibatkan Presiden Aoun, Perdana Menteri Salam, dan Ketua Parlemen Nabih Berri.

“Kepemimpinan Lebanon menyatakan keterbukaan untuk melakukan diskusi langsung guna meredakan ketegangan. Saya menyerukan kepada Israel untuk memanfaatkan kesempatan ini guna meluncurkan diskusi gencatan senjata,” tulis Macron.

Presiden Prancis tersebut menekankan pentingnya menemukan solusi yang berkelanjutan demi memastikan otoritas Lebanon dapat menjalankan komitmen terhadap kedaulatan wilayahnya sendiri.

Macron secara tegas meminta Israel untuk menghentikan ofensif militernya, sembari mendesak kelompok Hezbollah agar menghentikan serangan balasan.

“Segala upaya harus dilakukan untuk menghentikan Lebanon jatuh ke dalam kekacauan,” tegasnya.

Situasi di Lebanon selatan kian mengkhawatirkan setelah serangkaian serangan udara Israel yang diklaim menargetkan posisi militer Hezbollah.

Saling balas tembakan di sepanjang perbatasan telah memicu eksodus warga sipil dan kekhawatiran global akan meletusnya perang terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut.