JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Hidayat Nur Wahid, menyambut baik pernyataan bersama sejumlah organisasi internasional yang mengutuk penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel, terutama karena terjadi pada bulan suci Ramadan.
Pernyataan kecaman tersebut sebelumnya disampaikan oleh Organisasi Kerja Sama Islam, Liga Arab, dan Uni Afrika.
Hidayat, yang akrab disapa HNW, menilai pengaruh besar dari tiga organisasi internasional tersebut seharusnya dimanfaatkan secara maksimal. Ia berharap kecaman yang telah disampaikan tidak berhenti sebatas pernyataan politik, melainkan dilanjutkan dengan langkah konkret untuk menghentikan penutupan masjid tersebut.
“Perlu ditindaklanjuti dengan menggalang aksi nyata bersama agar pernyataan itu benar-benar menjadi solusi, sebagai bukti keseriusan membela Masjid Al Aqsha dengan mengupayakan penghentian penutupan dan penyelamatan Masjid Al Aqsha,” kata Hidayat dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Ia menegaskan bahwa upaya tersebut juga sejalan dengan latar belakang berdirinya OKI yang sejak awal dibentuk untuk memperjuangkan dan melindungi Masjid Al Aqsha.
Menurut Hidayat, penutupan Masjid Al Aqsha pada bulan Ramadan merupakan situasi yang sangat mengkhawatirkan. Ia menyebut peristiwa tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah, di mana umat Islam tidak diperbolehkan melaksanakan ibadah di kawasan masjid, termasuk salat tarawih, salat Jumat, maupun itikaf.
Kondisi itu, lanjutnya, dapat semakin memicu kekhawatiran apabila penutupan terus berlangsung hingga akhir Ramadan. Jika hal tersebut terjadi, umat Islam dikhawatirkan juga tidak dapat melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Al Aqsha.
“Bila penolakan-penolakan itu tidak digubris sehingga penutupan masjid terus berlangsung bahkan setelah Ramadan, bukan tidak mungkin yang terjadi selanjutnya bukan hanya penutupan, tetapi penghilangan atau penghancuran eksistensi Masjid Al Aqsha,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kekhawatiran adanya upaya mengganti keberadaan masjid tersebut dengan pembangunan Kuil Sulaiman sebagaimana beberapa kali disampaikan oleh sejumlah tokoh Zionis Israel.
Selain itu, Hidayat mendorong agar OKI dan Liga Arab memperkuat koordinasi dengan berbagai lembaga internasional yang telah menyatakan kecaman atas penutupan Masjid Al Aqsha.
Ia juga menilai perlu adanya terobosan diplomasi dengan mendorong peran lebih aktif Yordania sebagai anggota OKI dan Liga Arab. Menurutnya, Yordania memiliki posisi strategis karena melalui Wakaf Yordania memiliki kewenangan khusus dalam mengelola operasional Masjid Al Aqsha.














