Tepi Barat Membara: Rudal Iran Meledak di Beit Awwa, 13 Warga Luka-Luka Saat Persiapan Lebaran

JurnalPatroliNews – Jakarta – Eskalasi perang antara Iran melawan blok Amerika Serikat dan Israel mencatat sejarah kelam baru.

Untuk pertama kalinya sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026, serangan rudal Iran dilaporkan menghantam wilayah Tepi Barat dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari warga sipil Palestina, Rabu (18/3/2026) malam.

Bulan Sabit Merah Palestina mengonfirmasi bahwa tiga perempuan Palestina tewas seketika setelah sebuah rudal menghantam sebuah salon kecantikan di Beit Awwa, wilayah barat daya Hebron.

Insiden mematikan ini terjadi di tengah kesibukan warga yang sedang mempersiapkan diri menyambut perayaan Idulfitri 1447 H.

Selain korban tewas, serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya 13 orang lainnya terluka, dengan satu korban dilaporkan dalam kondisi kritis.

Militer Israel menduga kuat bahwa serangan tersebut menggunakan amunisi jenis klaster yang memiliki daya sebar bom kecil di area luas, sehingga meningkatkan risiko korban sipil secara masif.

Tragedi ini menyoroti ketimpangan fasilitas perlindungan bagi warga di kawasan konflik. Berbeda dengan warga Israel yang memiliki akses luas ke bunker atau tempat perlindungan bom, warga Palestina di Tepi Barat hampir tidak memiliki fasilitas serupa.

Mereka hanya bisa mengandalkan suara sirene dari permukiman Israel terdekat sebagai satu-satunya peringatan dini sebelum serangan terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di Tepi Barat yang semula dipenuhi warga yang berbelanja kebutuhan Ramadan kini berubah menjadi duka.

Belum ada pernyataan resmi dari Teheran terkait salah sasaran rudal yang justru menghantam wilayah kedaulatan Palestina tersebut. Komunitas internasional mengkhawatirkan serangan ini akan semakin memperumit konstelasi politik di Timur Tengah.

Saluran Whatssap JurnalPatroliNews