JurnalPatroliNews – Jakarta – Kanselir Jerman, Friedrich Merz, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinyal yang dikirimkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait peluang diakhirinya pertempuran di Iran.
Pernyataan ini disampaikan Merz di tengah memanasnya suhu politik di kawasan Teluk menyusul rangkaian serangan udara yang terjadi belakangan ini.
Berbicara menjelang pembukaan KTT Uni Eropa di Brussels, Kamis (19/3/2026), Kanselir Merz menyebut langkah Trump sebagai titik terang untuk meredakan eskalasi konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Ia menilai kesiapan Washington untuk menghentikan kontak senjata merupakan momentum krusial yang harus direspon positif oleh dunia internasional.
“Saya secara khusus berterima kasih bahwa Presiden AS semalam telah mengirimkan sinyal bahwa ia siap untuk mengakhiri pertempuran. Ini adalah langkah maju yang sangat penting,” ujar Merz sebagaimana dikutip dari laporan AlJazeera.
Kanselir Merz menegaskan bahwa negara-negara Eropa tidak akan tinggal diam. Jerman bersama sekutu di Uni Eropa menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran strategis dalam menstabilkan kawasan Timur Tengah segera setelah pertempuran benar-benar berhenti.
Komentar ini muncul sesaat setelah Presiden Donald Trump memberikan pernyataan mengejutkan melalui platform Truth Social. Trump mengungkapkan bahwa Israel telah melancarkan serangan keras ke ladang gas South Pars di Iran tanpa koordinasi dengan Washington.
Dalam pesannya, Trump secara tegas menginstruksikan agar tidak ada lagi serangan susulan terhadap fasilitas strategis tersebut guna mencegah perang total.
Langkah diplomatik Jerman ini dipandang sebagai upaya Uni Eropa untuk memastikan jalur energi dan keamanan di kawasan Teluk kembali normal, mengingat dampak ekonomi yang mulai dirasakan secara global akibat konflik di Iran.













