JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan kritik pedas terhadap kebiasaan sejumlah pejabat kementerian dan lembaga yang gemar menggelar rapat di luar kota, padahal fasilitas kantor yang memadai sudah tersedia.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam acara “Presiden Prabowo Menjawab” di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Selasa (17/3/2026).
Presiden menilai praktik rapat di lokasi wisata seperti Bali sering kali dibungkus dengan alasan kajian atau analisis, padahal inti persoalan bangsa sudah sangat nyata di depan mata.
“Sudah ada kantor kementerian, semua pejabat maunya rapat di luar daerah, di luar kota. Ada yang mau di Bali. Kajian-kajian, analisa-analisa, saya bilang masalahnya sudah jelas kok; kemiskinan, kesenjangan, lapangan kerja,” tegas Prabowo dengan nada menyindir.
Menurutnya, penghematan besar-besaran harus dilakukan mulai dari hal-hal kecil hingga operasional kantor. Prabowo mengungkapkan telah menginstruksikan pemangkasan biaya percetakan dan souvenir hingga 75%, serta belanja Alat Tulis Kantor (ATK) yang dipangkas drastis sebesar 90%.
Ia juga menyoroti kebiasaan kantor pemerintah yang rutin membeli komputer baru setiap tahun serta menyewa gedung untuk seminar yang tidak mendesak.
Bahkan, untuk urusan seremonial ulang tahun kementerian atau eselon, Prabowo meminta agar dilakukan secara sederhana. “Saya bilang sudahlah, seremoni hanya di ruangan, potong tumpeng saja,” imbuhnya.
Langkah efisiensi ini, lanjut Presiden, bertujuan agar anggaran negara dapat dialihkan langsung untuk menyentuh kebutuhan dasar rakyat, seperti perbaikan jembatan yang rusak dan pengentasan kemiskinan.
Hasilnya mulai terlihat; di akhir tahun pertama pemerintahannya, Menteri Keuangan melaporkan adanya sisa anggaran hingga ratusan triliun rupiah berkat penghematan dan penekanan angka korupsi.
“Jembatan, anak itu teriak ‘Pak Prabowo, tiap hari kami basah’. The problem is there. Dengan penghematan, kita bisa fokus selesaikan persoalan utama masyarakat,” pungkasnya.












