JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan pesan khusus kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia pada momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Melalui unggahan di platform X (dahulu Twitter), Araghchi secara eksplisit menggunakan bahasa Indonesia untuk menyampaikan apresiasi atas solidaritas yang diberikan di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Dalam cuitannya pada Minggu (22/3/2026), Araghchi berterima kasih kepada negara-negara di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, yang telah bersuara lantang mengecam agresi militer koalisi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran selama bulan Ramadan.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri. Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Muslim serta pencinta keadilan di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei) yang mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap bangsa Muslim Iran di bulan Ramadan serta menunjukkan solidaritas,” tulis Araghchi.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Iran memang menunjukkan tren penguatan yang signifikan sejak eskalasi serangan koalisi pada 28 Februari 2026.
Duta Besar Iran di Jakarta, Mohammad Boroujerdi, terpantau aktif melakukan gerilya diplomasi dengan menemui sejumlah tokoh nasional, mulai dari Menlu RI Sugiono hingga tokoh bangsa seperti Megawati Soekarnoputri dan Jusuf Kalla.
Sebagai bentuk nyata solidaritas, Palang Merah Indonesia (PMI) di bawah kepemimpinan Jusuf Kalla bahkan telah mengonfirmasi rencana pengiriman bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan ke Iran.
Secara historis, Iran merupakan salah satu mitra bilateral tertua Indonesia yang menjalin hubungan sejak tahun 1950.
Selain sama-sama aktif di forum D-8 dan vokal dalam menyuarakan kemerdekaan Palestina, kerja sama ekonomi kedua negara juga terus menunjukkan performa positif dengan neraca perdagangan yang mengalami surplus bagi Indonesia.














