JurnalPatroliNews – Jakarta – Kelompok pejuang Houthi di Yaman secara resmi mengumumkan keterlibatan langsung mereka dalam konflik Timur Tengah.
Pada Sabtu (28/3), kelompok ini meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone kedua yang menargetkan titik-titik vital di wilayah Israel sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Iran.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari perlawanan berskala luas yang terkoordinasi dengan kekuatan regional lainnya.
“Kelompok ini menembakkan rentetan rudal dan drone yang menargetkan beberapa situs vital dan militer di Israel. Operasi ini dilakukan bersamaan dengan serangan militer oleh Iran dan Hezbollah di Lebanon,” ujar Saree, dilansir AFP, Minggu (29/3).
Serangan Terarah ke Situs Militer Melalui pernyataan resmi di platform X, pihak Houthi mengeklaim telah berhasil meluncurkan proyektil ke berbagai instalasi militer Israel.
Serangan ini menjadi momen pertama kalinya Houthi terlibat dalam konfrontasi terbuka langsung ke jantung wilayah Israel sejak pecahnya ketegangan sebulan terakhir.
Militer Israel mengonfirmasi telah mendeteksi adanya ancaman udara dari arah Yaman dan segera melakukan upaya pencegatan menggunakan sistem pertahanan udara mereka beberapa jam sebelum klaim resmi Houthi muncul.
Peringatan Keras di Laut Merah Sebelum melancarkan serangan ini, Houthi telah memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan sekutunya.
Mereka menegaskan akan melakukan intervensi militer total jika serangan terhadap Iran terus berlanjut atau jika perairan Laut Merah digunakan sebagai basis operasi musuh.
“Kami menegaskan bahwa jari-jari kami sudah berada di pemicu untuk intervensi militer langsung,” tegas pihak Houthi.
Langkah berani dari Yaman ini menandai babak baru dalam krisis Timur Tengah, di mana konflik tidak lagi terbatas pada wilayah tertentu, melainkan telah meluas menjadi perang regional yang melibatkan berbagai aktor bersenjata dan negara di sepanjang koridor Teluk hingga Laut Merah.













