Presiden Iran Bersitegang dengan IRGC, Kendali Perang Jadi Rebutan


JurnalPatroliNews – TEHERAN — Ketegangan di lingkaran elite Iran semakin terbuka setelah Presiden Masoud Pezeshkian dilaporkan berselisih dengan pimpinan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) terkait kendali strategi perang melawan Amerika Serikat dan Israel.

Laporan yang dikutip dari Iran International menyebutkan, Pezeshkian menyoroti dampak berat konflik terhadap perekonomian nasional serta stabilitas sosial di dalam negeri.

Presiden Iran tersebut disebut mengkritik pendekatan militer IRGC yang dinilai justru memperparah ketegangan di kawasan, termasuk melalui serangan terhadap negara-negara tetangga.

“Pezeshkian mengkritik pendekatan IRGC yang meningkatkan ketegangan di kawasan dan menyerang negara-negara tetangga,” demikian laporan media tersebut, Minggu (29/3/2026).

Tak hanya itu, Pezeshkian juga mendorong agar kendali atas keputusan strategis perang berada di bawah otoritas pemerintah sipil, bukan militer. Ia menilai dominasi IRGC dalam pengambilan keputusan berpotensi memperpanjang konflik sekaligus memperdalam krisis domestik.

Namun, tuntutan tersebut ditolak oleh jajaran pimpinan IRGC, termasuk Ahmad Vahidi, yang tetap mempertahankan peran sentral korps tersebut dalam strategi perang.

Sebaliknya, IRGC melontarkan kritik balik terhadap presiden. Mereka menilai Pezeshkian gagal melakukan reformasi struktural sebelum konflik pecah, sehingga kondisi internal negara menjadi semakin rentan.

Di tengah perseteruan elite tersebut, kondisi ekonomi Iran terus memburuk. Harga kebutuhan pokok dilaporkan melonjak tajam, bahkan mencapai kenaikan hingga 50 persen dibandingkan sebelum perang.

Tekanan ekonomi tersebut memperberat beban masyarakat yang telah lama menghadapi krisis berkepanjangan. Situasi semakin kompleks dengan terganggunya akses internet serta lumpuhnya sejumlah layanan publik.

Sejumlah sektor industri juga mengalami kekurangan bahan baku, sementara sistem administrasi negara dilaporkan terganggu, memperlihatkan dampak luas konflik terhadap stabilitas nasional Iran.