JurnalPatroliNews – Jakarta -Sebanyak 480 personel gabungan TNI AD dan TNI AL beserta satu unit kapal perang KRI Teluk Kupang dikerahkan untuk menjamin kelancaran arus balik Lebaran di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Langkah strategis ini dilakukan guna mengantisipasi penumpukan kendaraan dan penumpang yang menyeberang dari Pulau Bali menuju Pulau Jawa.
Dalam operasi pengamanan ini, TNI AD menerjunkan 100 personel di bawah komando Dandim 0835/Banyuwangi, Letkol Inf Indra Wijaya. Para prajurit difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas kendaraan di area parkir pelabuhan serta membantu pelayanan penumpang guna memastikan situasi tetap kondusif.
Kekuatan Maritim dan Alutsista Di sisi lain, TNI AL mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 380 personel. Kekuatan ini terdiri dari 130 prajurit Marinir, 130 personel Koarmada V Surabaya, serta 120 awak kapal.
Kehadiran KRI Teluk Kupang di lokasi menjadi kunci utama dalam mempercepat proses evakuasi kepadatan pemudik jika terjadi antrean panjang di dermaga reguler.
Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Puji Santoso, menegaskan bahwa seluruh unsur yang disiagakan merupakan bentuk komitmen TNI dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Personel dan alutsista kami siagakan penuh untuk memastikan arus balik berjalan lancar dan tertib. Kami hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan di lapangan,” jelas Letkol Puji Santoso.
Titik Krusial Arus Balik Nasional Keterlibatan terpadu kedua matra ini secara signifikan berhasil mengurangi durasi antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, yang dikenal sebagai salah satu titik paling krusial dalam peta arus balik nasional.
Dengan pengawalan ketat ini, perjalanan para pemudik yang kembali ke Pulau Jawa dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan terkendali.














