KNPI Desak PBB Jatuhkan Sanksi Tegas terhadap Israel Usai Serangan di Lebanon


JurnalPatroliNews – Jakarta — Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengecam keras serangan militer Israel yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.

Ketua Umum DPP KNPI, Tantan Taufik Lubis, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta menegaskan solidaritas pemuda Indonesia terhadap para prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas internasional.

“Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian pelanggaran dan tindakan brutal yang terus dilakukan tanpa menghormati hukum internasional maupun prinsip kemanusiaan,” ujar Tantan dalam keterangan resminya, Kamis (2/4).

Adapun tiga prajurit TNI yang gugur dalam insiden tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Selain itu, lima prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

KNPI menilai serangan tersebut menunjukkan tidak adanya penghormatan terhadap keberadaan pasukan penjaga perdamaian internasional, termasuk UNIFIL. Kondisi ini dinilai menjadi peringatan serius bagi dunia internasional terkait meningkatnya risiko keamanan di wilayah konflik.

Menurut Tantan, tindakan militer Israel dinilai telah melanggar berbagai norma dan kesepakatan internasional yang berlaku.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa harus bergerak dan memberikan sanksi tambahan yang jauh lebih keras terhadap militer Israel. Perilaku ini tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi hukum yang tegas,” tegasnya.

Di sisi lain, Komando Sayap Paramiliter KNPI, Brigade Pemuda Nasional, juga menyampaikan pernyataan yang lebih keras. Komandan Brigade Pemuda Nasional, Arief Darmawan, menyerukan persatuan negara-negara Islam dalam merespons situasi tersebut.

KNPI menutup pernyataannya dengan doa bagi para prajurit yang gugur serta harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Organisasi tersebut juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap pasukan perdamaian dan masyarakat sipil di wilayah konflik.