Kru Artemis II Sempat Terima Peringatan Darurat, Misi ke Bulan Tetap Dilanjutkan


JurnalPatroliNews – HOUSTON — Misi Artemis II sempat diwarnai ketegangan setelah kru menerima peringatan darurat terkait dugaan kebocoran kabin menjelang manuver penting menuju Bulan. Meski demikian, misi tetap dilanjutkan setelah dipastikan kondisi pesawat aman.

Astronaut Jeremy Hansen mengungkapkan, peringatan tersebut diterima sekitar 20 menit sebelum fase trans-lunar injection burn, yaitu tahap krusial yang menentukan arah pesawat keluar dari orbit Bumi menuju Bulan.

“Kami mendapat pesan darurat soal dugaan kebocoran kabin. Itu jelas menarik perhatian, karena kami harus mempertimbangkan apakah akan membatalkan manuver dan mulai bersiap untuk kembali ke Bumi,” ujarnya dalam siaran langsung NASA, Jumat (3/4/2026).

Menurut Hansen, situasi tersebut sempat memicu pertimbangan skenario darurat oleh kru, termasuk kemungkinan mengenakan pakaian antariksa dan menghentikan misi lebih awal.

Namun, setelah berkoordinasi dengan tim pengendali di pusat kendali misi Houston, kondisi kabin dipastikan dalam keadaan stabil dan aman.

“Tim di Houston memastikan tekanan kabin tetap stabil, dan kami juga melihat hal yang sama di dalam pesawat. Jadi akhirnya manuver tetap dilakukan,” jelasnya.

Hansen menambahkan, hingga saat ini pesawat berada dalam kondisi optimal dan perjalanan menuju Bulan berjalan sesuai rencana.

“Pesawat dalam kondisi sangat baik. Perjalanan ini akan luar biasa,” katanya.

Misi Artemis II merupakan penerbangan antariksa berdurasi sekitar 10 hari yang membawa empat astronaut untuk mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi. Misi ini diluncurkan dari Kennedy Space Center pada 1 April 2026.

Selain Hansen yang mewakili Canadian Space Agency, kru misi juga terdiri dari astronaut Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch.