JurnalPatroliNews – Jakarta – Angkatan Udara Amerika Serikat dilaporkan mengalami kerugian signifikan dalam konflik bersenjata melawan Iran yang telah berlangsung sekitar satu bulan. Sedikitnya tujuh pesawat tempur berawak dilaporkan hilang dalam rangkaian insiden selama operasi militer tersebut.
Mengutip laporan CNN, Minggu, 5 April 2026, insiden terbaru terjadi pada Jumat, 3 April 2026, ketika dua pesawat tempur AS—masing-masing jenis F-15 dan A-10—ditembak jatuh dalam kejadian terpisah.
“Jatuhnya dua jet tempur AS dalam satu hari pada hari Jumat meningkatkan jumlah total pesawat berawak AS yang hilang dalam konflik dengan Iran menjadi tujuh,” demikian laporan tersebut.
Kerugian tersebut telah terjadi sejak awal konflik. Pada 2 Maret 2026, tiga jet tempur F-15 milik AS justru ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Kuwait dalam insiden salah sasaran (friendly fire). Meski demikian, seluruh awak yang terdiri dari enam personel dilaporkan selamat.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan para pilot tersebut telah kembali menjalankan tugas tempur.
Insiden fatal lainnya terjadi pada 12 Maret, ketika pesawat tanker KC-135 jatuh di Irak dan menewaskan enam personel militer AS. Militer AS menyebut pesawat tersebut terlibat dalam insiden dengan pesawat lain dalam Operasi Epic Fury, yakni operasi ofensif terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026.
Pada 27 Maret, pesawat peringatan dini E-3 Sentry juga dilaporkan hancur saat berada di darat akibat serangan Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 10 personel militer AS mengalami luka-luka, meski tidak ada korban jiwa.
Dalam insiden terpisah, sebuah jet tempur F-35 milik AS terpaksa melakukan pendaratan darurat di salah satu pangkalan militer di Timur Tengah setelah terkena tembakan yang diduga berasal dari Iran.
Rangkaian insiden ini mencerminkan meningkatnya intensitas konflik di kawasan serta risiko tinggi yang dihadapi kedua belah pihak. Hingga kini, belum ada tanda-tanda meredanya ketegangan antara Washington dan Teheran.











