Iran Tegaskan Siap Gunakan ‘Segala Cara’ Pertahankan Kedaulatan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan posisi negaranya yang tidak akan mundur menghadapi tekanan militer dan diplomatik dari Amerika Serikat (AS) serta Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri sekaligus Wakil Perdana Menteri Pakistan, Mohammad Ishaq Dar, pada Minggu (5/4).

Komunikasi tingkat tinggi ini berlangsung di tengah situasi kritis kawasan, menyusul ultimatum Presiden AS Donald Trump yang menuntut pembukaan Selat Hormuz paling lambat Senin (6/4). Iran sebelumnya telah secara tegas menolak ancaman tersebut.

Menurut laporan AlJazeera, Araghchi menyampaikan bahwa Iran memiliki tekad bulat untuk menjaga integritas wilayahnya dari segala bentuk agresi. “Iran siap menggunakan segala cara untuk mempertahankan kedaulatan negara,” tegas Araghchi sebagaimana dikutip dari kantor berita Fars.

Araghchi juga menuding Washington dan Tel Aviv sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas instabilitas di Timur Tengah yang kini mulai berdampak secara global. Ia menilai kebijakan koalisi tersebut sebagai pemicu utama eskalasi yang terjadi sejak Februari 2026 lalu.

Pakistan Dorong Jalur Diplomasi Menanggapi situasi yang kian memanas, Pakistan mengambil posisi sebagai penengah. Menlu Mohammad Ishaq Dar menekankan pentingnya menahan diri dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur negosiasi.

Islamabad menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan konsultasi intensif guna meredakan ketegangan sebelum tenggat waktu ultimatum berakhir.

Sejumlah laporan diplomatik menyebutkan bahwa Pakistan saat ini memainkan peran aktif sebagai penghubung komunikasi antara pihak-pihak yang bertikai di tengah kebuntuan dialog langsung. Dunia kini menanti apakah langkah diplomasi menit-menit terakhir ini mampu mencegah pecahnya konfrontasi berskala besar di Selat Hormuz.