JurnalPatroliNews – Jakarta – Tensi tinggi di wilayah udara Iran kembali memuncak setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, merilis foto yang diklaim sebagai puing-puing pesawat angkut militer Amerika Serikat (AS) jenis C-130 Hercules.
Melalui unggahan di platform X pada Minggu (5/4), Ghalibaf memperlihatkan gambar bangkai pesawat yang disebut telah dihancurkan oleh sistem pertahanan mereka.
Meski unggahan tersebut viral, hingga saat ini belum ada verifikasi independen maupun konfirmasi dari pihak Gedung Putih terkait keaslian foto maupun status pesawat C-130 milik Angkatan Udara AS di kawasan tersebut.
Sebelumnya, kantor berita Fars melaporkan bahwa unit komando kepolisian elit Iran, Faraj Rangers, berhasil melumpuhkan pesawat C-130 yang diduga tengah terlibat dalam misi pencarian pilot tempur AS yang hilang.
Hal ini memperkuat pernyataan militer Iran mengenai keberhasilan operasi gabungan yang melibatkan berbagai unsur pertahanan.
“Dalam operasi gabungan yang melibatkan unit dirgantara, pasukan darat, kekuatan rakyat, Basij, hingga komando polisi, pesawat militer musuh telah berhasil dihancurkan,” demikian pernyataan resmi militer Iran sebagaimana dilansir dari Reuters.
Insiden ini terjadi di tengah upaya besar-besaran AS untuk mengevakuasi kru pesawat tempur F-15E dan A-10 yang sebelumnya dilaporkan jatuh di wilayah Iran. Jika klaim penghancuran C-130 ini terbukti benar, maka kerugian aset udara AS di wilayah konflik tersebut diprediksi akan semakin membengkak.
Di pihak lain, militer Amerika Serikat masih bungkam terkait klaim spesifik mengenai jatuhnya pesawat C-130.
Namun, eskalasi ini semakin memvalidasi kekhawatiran global akan pecahnya konfrontasi terbuka yang lebih luas di Timur Tengah, menyusul ultimatum 48 jam yang sebelumnya dilontarkan Presiden Donald Trump.













