JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan keberhasilan misi penyelamatan berisiko tinggi yang dilakukan oleh pasukan khusus militer AS di dalam wilayah kedaulatan Iran.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (5/4), Trump menyebut operasi tersebut sebagai salah satu aksi penyelamatan paling berani dalam sejarah militer Amerika Serikat.
Target operasi ini adalah seorang petugas persenjataan (weapon systems officer) dari pesawat tempur F-15 yang dilaporkan ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran pada Jumat lalu. Meski identitas sang penerbang masih dirahasiakan, Trump memastikan kondisi personel tersebut dalam keadaan stabil.
“Penerbang itu terluka, tapi dirinya baik-baik saja,” tulis Trump melalui unggahan di platform X, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (6/4).
Kronologi Penyusupan Tanpa Terdeteksi Seorang pejabat senior militer AS mengungkapkan bahwa tim penyelamat menyelinap ke wilayah pegunungan Iran pada Minggu subuh sebelum fajar menyingsing. Pasukan khusus tersebut harus mendaki medan berat hingga ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut untuk menjangkau titik koordinat korban.
Operasi ini dilakukan dengan tingkat kerahasiaan tinggi guna menghindari deteksi radar dan patroli darat Iran. “Pasukan bergerak cepat dan berhasil membawa penerbang ke tempat aman sebelum matahari terbit,” ujar pejabat yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut.
Klaim Berseberangan dari Teheran Hingga saat ini, pihak Iran belum memberikan komentar resmi terkait klaim evakuasi medis yang dilakukan pasukan AS di wilayah mereka.
Sebaliknya, Teheran terus menggencarkan publikasi keberhasilan pertahanan udara mereka dalam merontokkan sejumlah aset udara koalisi.
Iran merilis rangkaian foto yang menunjukkan puing-puing pesawat tempur AS yang hancur sebagai bukti kekuatan militer mereka.
Kantor berita Reuters telah melakukan verifikasi independen dan mengonfirmasi bahwa foto-foto puing yang dirilis oleh Teheran adalah autentik dan sesuai dengan jenis pesawat tempur AS yang dioperasikan di kawasan tersebut.
Insiden ini semakin menegaskan eskalasi perang yang kian memanas, di mana kedua belah pihak kini saling klaim kemenangan di tengah operasi militer yang semakin masuk ke wilayah jantung pertahanan masing-masing.













