JurnalPatroliNews – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) 21 proyek hilirisasi yang akan dilaksanakan sepanjang April 2026. Proyek-proyek tersebut kini disebut telah memasuki tahap akhir persiapan.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa pemerintah tengah mematangkan seluruh kesiapan teknis agar proses groundbreaking dapat berjalan sesuai jadwal.
“Termasuk 21 proyek hilirisasi yang mohon doa restunya, Insya Allah di bulan April ini juga akan semua bisa dilakukan ground breaking,” ujar Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Selain hilirisasi, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan proyek berbasis energi ramah lingkungan. Dalam waktu bersamaan, akan dilakukan groundbreaking di 29 titik proyek Waste to Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang tersebar di berbagai daerah.
Prasetyo menjelaskan, jumlah titik proyek tersebut mengalami penyesuaian dari rencana awal sebanyak 33 lokasi menjadi 29 titik, mengikuti kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Program Waste to Energy yang tadinya ada di 33 titik kabupaten/kota, tapi karena penyesuaian di lapangan, kemungkinan akan menjadi 29 titik. Insya Allah di bulan April ini semua sudah dilakukan groundbreaking,” jelasnya.
Lebih lanjut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mengakselerasi program hilirisasi dan industrialisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional. Fokus utama diarahkan pada percepatan realisasi proyek agar segera memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi.
Prasetyo menambahkan, seluruh kebijakan tersebut telah sejalan dengan dokumen perencanaan nasional, mulai dari Rencana Kerja Pemerintah (RKP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), hingga Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP).
“Ini saya kira kita fokus bekerja menjalankan program-program yang semua sudah dituangkan dalam RPJP, RPJMN maupun RKP,” pungkasnya.













