Krisis Kemanusiaan di Lebanon: Ratusan Wanita dan Anak-Anak Jadi Korban Perang Israel-Hizbullah

JurnalPatroliNews – Jakarta – Otoritas kesehatan Lebanon melaporkan lonjakan signifikan jumlah korban jiwa akibat rangkaian serangan militer Israel yang berlangsung sejak awal Maret lalu. Hingga Sabtu (11/4), tercatat sebanyak 2.020 orang telah meninggal dunia dalam eskalasi perang antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung oleh Iran.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Lebanon, profil korban tewas mencakup warga sipil dan petugas garda terdepan. Rinciannya meliputi 248 wanita, 165 anak-anak, serta 85 petugas medis dan personel darurat yang gugur dalam tugas.

Selain korban jiwa, sebanyak 6.436 orang dilaporkan mengalami luka-luka sejak Lebanon terseret ke dalam pusaran konflik Timur Tengah pada 2 Maret.

Statistik ini juga mencakup dampak dari serangan udara besar-besaran yang terjadi pada Rabu (8/4) lalu. Dalam operasi militer satu hari tersebut, sebanyak 357 orang dilaporkan tewas dan 1.223 lainnya mengalami luka-luka di berbagai wilayah Lebanon.

Klaim Militer Israel Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memberikan pernyataan terkait target operasional mereka.

Pihak militer Israel menegaskan bahwa serangan udara yang mereka lancarkan secara intensif ditujukan untuk melumpuhkan infrastruktur dan kekuatan tempur Hizbullah.

Berdasarkan penilaian intelijen awal, militer Israel mengeklaim telah berhasil melenyapkan lebih dari 180 militan dari organisasi Hizbullah dalam serangan yang terjadi pada hari Rabu tersebut.

Pihak IDF menyatakan bahwa proses penghitungan dan penilaian dampak serangan masih terus berlangsung di lapangan.

Situasi di Lebanon saat ini memicu kekhawatiran internasional akan krisis kemanusiaan yang lebih dalam. Meningkatnya jumlah korban dari kalangan tenaga medis dan warga sipil menjadi sorotan utama lembaga-lembaga kemanusiaan dunia seiring dengan belum adanya tanda-tanda deeskalasi di perbatasan kedua negara.