JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat menyatakan optimisme tinggi terhadap peluang tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Iran dalam putaran perundingan kedua yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, guna menanggapi perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (16/4), Leavitt mengonfirmasi bahwa pertemuan tingkat tinggi antara kedua negara kemungkinan besar akan digelar di ibu kota Pakistan, Islamabad. Pertemuan ini dipandang sebagai momentum krusial untuk menurunkan tensi ketegangan yang sempat meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Bantahan Mengenai Gencatan Senjata Dalam keterangannya, Leavitt juga memberikan klarifikasi tegas mengenai isu perpanjangan gencatan senjata. Ia membantah laporan yang menyebutkan bahwa Washington telah mengajukan permintaan untuk memperpanjang durasi penghentian konflik yang saat ini tengah berjalan.
“Bertentangan dengan sejumlah laporan yang beredar, Washington tidak meminta adanya perpanjangan gencatan senjata,” tegas Leavitt, mengklarifikasi posisi resmi Amerika Serikat di tengah berbagai spekulasi media internasional.
Navigasi di Selat Hormuz Terkait situasi di Selat Hormuz, Gedung Putih memberikan perhatian khusus terhadap aspek kebebasan navigasi di jalur perdagangan strategis tersebut.
Leavitt menyebut bahwa blokade yang terjadi saat ini diberlakukan terhadap kapal-kapal dari berbagai negara yang melakukan aktivitas masuk maupun keluar dari pelabuhan-pelabuhan di Iran.
Meskipun demikian, Amerika Serikat menegaskan tetap berkomitmen untuk mendukung penuh kebebasan navigasi bagi kapal-kapal internasional yang menuju pelabuhan non-Iran.
Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas distribusi logistik global tetap terjaga meskipun situasi politik antarnegara masih dalam tahap negosiasi.
Perundingan di Islamabad diharapkan dapat menghasilkan kerangka kerja yang solid bagi stabilitas keamanan regional, di tengah upaya mediasi yang terus dilakukan oleh pihak-pihak terkait dalam forum internasional tersebut.











