JurnalPatroliNews – Jakarta -Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan kecaman keras terhadap tindakan salah satu personel militernya yang kedapatan merusak simbol keagamaan di wilayah Lebanon selatan.
Netanyahu menegaskan bahwa otoritas terkait akan mengambil tindakan disiplin yang sangat tegas terhadap pelaku.
Insiden ini mencuat setelah foto seorang tentara militer Israel (IDF) yang tengah menghancurkan patung Yesus Kristus beredar luas di jagat maya.
Dalam gambar tersebut, sang tentara terlihat menggunakan palu godam untuk memukul ikon keagamaan yang sudah dalam posisi terjatuh di tanah.
“Saya terkejut dan sedih mengetahui bahwa seorang tentara IDF telah merusak ikon keagamaan Katolik di Lebanon selatan,” tulis Netanyahu melalui akun resminya di platform X, sebagaimana dikutip dari AFP, Selasa (21/4).
Pemimpin Israel tersebut menyatakan bahwa tindakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai negaranya. Ia juga mengonfirmasi bahwa kepolisian militer kini sedang melakukan penyelidikan kriminal secara mendalam untuk memproses hukum oknum yang terlibat.
Diketahui, insiden perusakan tersebut terjadi di desa Kristen Debl, sebuah wilayah di Lebanon yang berlokasi sangat dekat dengan garis perbatasan Israel.
Pihak militer Israel pun telah mengonfirmasi keaslian dokumentasi yang menghebohkan publik tersebut.
Ketegangan di wilayah tersebut memang meningkat tajam setelah Israel melancarkan serangkaian serangan udara dan invasi darat ke Lebanon selatan.
Operasi militer tersebut merupakan respons atas keterlibatan Hizbullah dalam eskalasi konflik di Timur Tengah.
Konfrontasi bersenjata antara Israel dan Lebanon telah merenggut sedikitnya 2.300 nyawa dan memaksa lebih dari satu juta warga sipil mengungsi.
Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak pekan lalu, insiden sensitif seperti perusakan ikon agama ini dikhawatirkan dapat kembali memicu sentimen kebencian di tengah proses perdamaian yang masih rapuh.











