JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, dilaporkan akan bertolak menuju Pakistan pada Selasa (21/4) pagi waktu setempat.
Kunjungan diplomatik tingkat tinggi ini bertujuan untuk melanjutkan perundingan dengan pihak Iran guna mencari jalan keluar atas konflik bersenjata yang tengah berlangsung.
Laporan keberangkatan Vance ke Islamabad pertama kali diembuskan oleh Axios, yang mengutip keterangan dari tiga narasumber terpercaya.
Langkah strategis ini diambil di tengah tekanan waktu yang kian mencekik, mengingat masa berlaku gencatan senjata antara Washington dan Teheran akan segera berakhir pada Rabu (22/4).
Hingga saat ini, Gedung Putih masih menutup rapat informasi mengenai rincian jadwal maupun susunan delegasi resmi yang akan mendampingi sang Wakil Presiden.
Ketidakpastian juga menyelimuti kehadiran perwakilan dari Teheran, karena otoritas Iran belum memberikan konfirmasi resmi apakah mereka akan kembali duduk di meja perundingan.
Sebelumnya, Islamabad telah menjadi tuan rumah bagi negosiasi putaran pertama antara kedua negara. Namun, pertemuan tersebut berakhir tanpa kesepakatan berarti, meninggalkan banyak poin krusial yang masih menjadi sengketa.
Misi Vance kali ini dipandang sebagai upaya diplomasi “menit-menit terakhir” untuk mencegah eskalasi militer yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Keberhasilan negosiasi di Pakistan akan menjadi penentu apakah gencatan senjata dapat diperpanjang atau justru kawasan tersebut kembali terjebak dalam kancah peperangan terbuka.











