Gugur demi Perdamaian, Kopral Rico Pramudia Dikenang sebagai Pahlawan Kontingen UNIFIL

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kontingen Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara penghormatan militer untuk mengenang gugurnya prajurit TNI, Kopral Rico Pramudia (31).

Upacara khidmat tersebut dilangsungkan di Beirut pada Minggu (26/4) dan dipimpin langsung oleh Kepala Misi sekaligus Komandan UNIFIL, Mayjen Diodato Abagnara.

Kopral Rico dilaporkan mengembuskan napas terakhir pada Jumat (24/4) akibat luka parah yang dideritanya pasca-insiden ledakan proyektil pada akhir Maret lalu.

Prajurit yang dikenal berdedikasi tinggi ini tercatat mulai bertugas di Lebanon sejak April tahun lalu, yang merupakan misi penugasan luar negeri pertamanya.

Dalam pidatonya, Mayjen Diodato Abagnara menyampaikan rasa duka mendalam dan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian Kopral Rico.

Ia menekankan bahwa pengorbanan yang diberikan oleh prajurit asal Indonesia tersebut merupakan bukti nyata komitmen terhadap perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Kamu datang ke sini, jauh dari rumah, mengabdi di bawah bendera PBB untuk membawa perdamaian di kawasan ini.

Di sini, di Lebanon Selatan, kamu telah memberikan segalanya. Hormat kami atas segala pengorbananmu untuk perdamaian di tanah ini,” ujar Mayjen Abagnara sebagaimana dikutip dari laman resmi UNIFIL.

Lebih lanjut, Mayjen Abagnara menegaskan bahwa gugurnya Kopral Rico akan menjadi pemacu semangat bagi seluruh pasukan perdamaian untuk tetap teguh dan bersatu dalam menjalankan misi.

Menurutnya, melanjutkan mandat UNIFIL dengan penuh kewaspadaan adalah cara terbaik untuk menghormati jasa almarhum.

Ia berjanji bahwa sosok Kopral Rico akan selalu dikenang dalam setiap langkah dan panggilan tugas para penjaga perdamaian di Lebanon.

Upacara tersebut turut dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar, serta perwakilan dari Kementerian Pertahanan Nasional dan Angkatan Bersenjata Lebanon, Brigjen Maroun Azzi.

Hadir pula Komandan Kontingen Garuda atau perwakilan kontingen Indonesia untuk UNIFIL, Kolonel Allan Surya Lesmana, beserta rekan-rekan sejawat almarhum.

Kopral Rico Pramudia meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki yang masih kecil di tanah air.

Jenazah almarhum rencananya akan segera dipulangkan ke Indonesia untuk dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir dari negara atas jasa dan pengabdiannya di kancah internasional.