Diplomasi Maraton Iran: Usai Pakistan dan Oman, Araghchi Bertolak ke Rusia

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan penting dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Moskow.

Berdasarkan laporan kantor berita Iran, ISNA, kunjungan diplomatik ini bertujuan untuk membahas perkembangan terkini mengenai upaya gencatan senjata serta negosiasi damai dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut akan menjadi wadah konsultasi strategis antara kedua negara.

Araghchi akan memaparkan status negosiasi terbaru guna mencari jalan keluar untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

“Menlu Araghchi akan berkonsultasi dengan pejabat Rusia terkait status negosiasi terkini, gencatan senjata, dan perkembangan lainnya, termasuk laporan negosiasi mengakhiri perang dengan Amerika Serikat dan Israel,” ujar Kazem Jalali sebagaimana dikutip dari AFP pada Minggu (26/4).

Sebelum mendarat di Moskow, Araghchi terlebih dahulu bertandang ke Muscat, Oman. Kunjungan tersebut menyoroti peran vital Oman sebagai mediator tradisional yang menjembatani komunikasi antara Teheran dengan Washington dan Tel Aviv. Selain Oman, Pakistan juga telah memainkan peran serupa dalam memfasilitasi dialog sebelumnya.

Di Muscat, Araghchi diterima oleh Sultan Haitham untuk membahas solusi politik berkelanjutan guna meredam dampak krisis bagi masyarakat di kawasan Timur Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, Sultan Haitham menekankan pentingnya mengedepankan dialog dan diplomasi sebagai fondasi perdamaian yang kokoh di tengah ketegangan yang terus meningkat.

Araghchi menyampaikan apresiasinya atas upaya Oman yang konsisten dalam mendorong stabilitas regional. Ia menilai mediasi tersebut sangat krusial mengingat situasi kawasan yang semakin kompleks dan berisiko meluas menjadi konflik yang lebih besar.

Langkah diplomasi ke Oman dan Rusia ini dilakukan tepat setelah Araghchi meninggalkan Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (25/4).

Meskipun telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, serta jajaran pejabat senior lainnya, pertemuan tersebut dilaporkan belum membuahkan terobosan signifikan atau kesepakatan damai yang konkret dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.