DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Penyerapan Tenaga Kerja


JurnalPatroliNews – Jakarta – Peresmian 13 proyek hilirisasi nasional fase II oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah melalui program hilirisasi nasional yang dijalankan oleh Danantara Indonesia.

Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, menyebut proyek tersebut sebagai langkah besar dan strategis yang menjadi tonggak penting dalam pembangunan industri nasional.

Menurutnya, pelaksanaan proyek harus dilakukan dengan strategi yang matang agar berjalan lancar dan mampu memenuhi harapan besar masyarakat terhadap keberhasilan program hilirisasi.

“Karena masyarakat Indonesia semuanya, kita semua berharap besar terhadap keberhasilan proyek hilirisasi. Terutama untuk pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan serapan tenaga kerja,” ujar Anggia kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Ia menegaskan, keberhasilan proyek hilirisasi tidak hanya diukur dari pembangunan industri semata, tetapi juga dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, melaporkan bahwa pembangunan 13 proyek hilirisasi fase II telah berjalan sesuai rencana.

Menurut Rosan, proyek-proyek tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi ekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri.

Ia menjelaskan, fokus utama proyek hilirisasi tersebut berada pada sektor-sektor strategis seperti mineral, energi, dan perkebunan.

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat struktur industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap ekspor bahan mentah yang selama ini dinilai kurang memberikan nilai tambah maksimal.

Rosan juga menekankan bahwa dukungan pembiayaan yang terintegrasi melalui Danantara Indonesia telah mempercepat realisasi proyek dan berhasil menarik investasi lanjutan dari berbagai pihak.

Selain itu, pemerintah memastikan kesiapan pendanaan serta pelaksanaan proyek berjalan optimal agar program hilirisasi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang.

Dengan percepatan hilirisasi tersebut, pemerintah berharap Indonesia tidak lagi hanya menjadi eksportir bahan mentah, melainkan mampu berkembang sebagai negara industri yang kuat dengan daya saing global yang lebih tinggi.