Jelang Muktamar ke-35 NU, Ketum PBNU Gus Yahya Mulai Safari Konsolidasi di Jabar Selatan


JurnalPatroliNews – Jakarta –  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, mulai melakukan safari konsolidasi ke wilayah Jawa Barat, khususnya kawasan Jawa Barat Selatan, menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.

Kunjungan tersebut difokuskan ke sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), termasuk PCNU Kabupaten Garut. Selain bersilaturahmi dengan para pengurus cabang, Gus Yahya juga melakukan pertemuan dengan para kiai sepuh sebagai bagian dari konsolidasi internal organisasi menjelang forum tertinggi NU tersebut.

Safari ini dinilai sebagai langkah strategis untuk merapatkan barisan sekaligus memperkuat dukungan menjelang agenda lima tahunan warga Nahdliyin itu.

“Jelas kita ingin pertama konsolidasi dengan PCNU Garut ini dan juga menghadap para kiai sepuh yang ada di Garut,” ujar Gus Yahya di Kantor PCNU Garut, Jawa Barat, Jumat (1/5/2026).

Kakak kandung mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu menegaskan bahwa persiapan Muktamar PBNU tahun ini tengah dilakukan secara intensif. Ia menyebut seluruh tahapan menuju pelaksanaan muktamar sedang dipersiapkan secara matang agar forum berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.

“Persiapan muktamar sedang dilakukan secara sangat intensif oleh PBNU. Mudah-mudahan bisa terlaksana dengan baik,” katanya.

Menurut Gus Yahya, rangkaian safari tersebut juga bertujuan memberikan pemahaman kepada pengurus cabang terkait tahapan persiapan muktamar, sekaligus mendorong mereka agar berperan aktif dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi.

Ia berharap PCNU Garut dapat terus memperkuat kontribusinya di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.

“Kami berharap PCNU Garut mampu berperan aktif membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menyinggung situasi global yang saat ini dinilai penuh ketidakpastian akibat konflik geopolitik, termasuk ketegangan Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berdampak pada stabilitas dunia, termasuk Indonesia.

Meski demikian, ia menilai Indonesia masih berada dalam posisi yang relatif lebih baik dibanding sejumlah negara lain, terutama karena pasokan energi nasional masih terjaga dengan baik.

“Insya Allah kita siap, NU beserta warganya juga siap untuk hadir, untuk bisa berkhidmat membantu masyarakat,” ujarnya.

Terkait waktu dan lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang diperkirakan berlangsung pada Agustus mendatang, Gus Yahya mengatakan seluruh tahapan teknis akan dibahas melalui forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Kombes).

“Insya Allah seluruh tahapan Munas dan Kombes akan segera kita laksanakan dalam waktu dekat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Garut, Atjeng Abdul Wahid, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua Umum PBNU ke Garut.

Ia mengaku bangga dan bersyukur karena PBNU memberikan perhatian langsung terhadap kondisi organisasi NU di Kabupaten Garut.

“Kami PCNU Kabupaten Garut merasa bangga, bahagia, bergembira atas kedatangannya karena memang PBNU melihat kondisi Garut sendiri termasuk cabang NU-nya,” pungkasnya.