JurnalPatroliNews | Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, memastikan akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.
Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upayanya melanjutkan sekaligus menuntaskan sejumlah agenda strategis yang telah dirintis selama masa kepemimpinannya pada periode sebelumnya.
“Saya memang hendak mencalonkan lagi karena, pertama, saya ingin menyelesaikan agenda-agenda yang sejak awal sudah saya bangun. Sekarang saya juga lebih mengerti bagaimana meningkatkan capaian-capaian yang sudah berhasil diperoleh,” ujar Gus Yahya, Rabu (22/7/2026).
Fokus Lanjutkan Transformasi Digital NU
Salah satu program yang menjadi prioritas Gus Yahya adalah transformasi digital tata kelola organisasi Nahdlatul Ulama. Menurutnya, sistem manajemen berbasis digital yang dikembangkan PBNU telah diterapkan hingga tingkat cabang dan sebagian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).
“Sudah dinikmati sampai ke tingkat cabang dan sebagian MWC, yaitu kepengurusan di tingkat kecamatan. Sudah ada sekitar 900 dari lebih 7.000 MWC yang sudah masuk ke dalam sistem,” ungkapnya.
Ia optimistis seluruh struktur kepengurusan NU, mulai dari tingkat wilayah, cabang hingga MWCNU, dapat terintegrasi ke dalam sistem digital sesuai target yang telah ditetapkan.
Menurut Gus Yahya, digitalisasi organisasi akan memperkuat konsolidasi internal, mempercepat koordinasi antarpengurus, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia.
Bursa Calon Ketum PBNU Menghangat
Selain Gus Yahya, sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama juga mulai disebut sebagai kandidat yang berpotensi maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-35.
Beberapa nama yang masuk dalam bursa calon antara lain:
- KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Umum PBNU;
- KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo, Magelang;
- KH Nasaruddin Umar, Menteri Agama;
- KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Ketua PWNU Jawa Tengah;
- KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar;
- KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua PWNU Jawa Timur; dan
- Gus Hery Haryanto Azumi, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII).
Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama diperkirakan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk lima tahun ke depan, termasuk kelanjutan berbagai program transformasi kelembagaan yang telah berjalan.









Komentar