JurnalPatroliNews – Jakarta – Teka-teki kasus tewasnya Dumaris Denny Waty Sitio (60), seorang lansia yang ditemukan tidak bernyawa di kediamannya di kawasan Rumbai, Pekanbaru, mulai menemui titik terang.
Tim gabungan Polresta Pekanbaru dan Polsek Rumbai bergerak cepat dengan mengamankan tiga orang, termasuk anak kandung korban yang berinisial A.
Kanit Reskrim Polsek Rumbai, Iptu Dodi Vivino, mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan intensif di lapangan. “Anak dari korban langsung kita amankan bersama tim gabungan dari Polresta Pekanbaru,” ujar Iptu Dodi dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Selain A, petugas juga menciduk dua pria lainnya berinisial RAT dan WAH. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami peran serta keterlibatan ketiganya dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu (29/4/2026) lalu tersebut.
Meski telah diamankan, mereka mengaku tidak mengetahui keberadaan AT, sosok yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sebagai terduga pelaku utama.
“Motif dan alasan para pelaku menghabisi nyawa korban masih dalam pendalaman. Kami terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi,” lanjutnya.
Berdasarkan rekaman CCTV berdurasi 8 menit 39 detik yang diambil dari lokasi kejadian, aksi keji ini diduga kuat telah direncanakan secara matang. Dalam video tersebut, terlihat para pelaku membawa balok kayu dari luar rumah yang kemudian digunakan sebagai senjata untuk menganiaya korban hingga tewas.
Hasil autopsi sementara memperkuat temuan tersebut. Dumaris dinyatakan meninggal dunia akibat hantaman benda tumpul di bagian kepala yang memicu pendarahan hebat pada otak serta kegagalan fungsi organ vital.
Tak hanya kehilangan nyawa, harta benda milik korban pun turut digasak. Beberapa barang berharga yang dilaporkan hilang meliputi cincin kawin seberat 12 gram, cincin emas 10 gram, uang tunai senilai 400 dolar Singapura, satu unit ponsel Samsung A55 5G, hingga perangkat elektronik seperti music box dan speaker.
“Kami juga telah mengamankan beberapa orang untuk dimintai keterangan. Namun, pelaku utama masih dalam penyelidikan dan pengejaran intensif,” pungkas Iptu Dodi.














