JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum menyatakan dukungannya terhadap optimisme pemerintah terkait pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, ia mengingatkan agar target pertumbuhan yang disampaikan tetap realistis, terukur, dan dapat dijelaskan secara konkret kepada publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Anas sebagai respons atas pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai arah pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju level 8 persen mulai terlihat dan berpotensi tercapai dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
“Kita dukung dan berharap penuh ekonomi nasional tumbuh dengan baik dan berkualitas. Tumbuh dengan efek pemerataan kemakmuran yang maksimal,” ujar Anas melalui akun X miliknya, Minggu, 3 Mei 2026.
Meski demikian, Anas menilai pemerintah tidak perlu terlalu sering menyampaikan target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen apabila belum dapat dipaparkan secara rinci mengenai langkah dan indikator pencapaiannya.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,5 persen dengan kualitas yang inklusif sudah merupakan capaian yang baik. Bahkan, jika mampu menembus angka 6 persen, hal tersebut dinilai sangat positif bagi kondisi ekonomi nasional.
“Sebetulnya tidak perlu selalu bilang ekonomi akan segera tumbuh 8 persen. ‘Sudah kelihatan tanda-tandanya’. Jika ekonomi Indonesia tumbuh 5,5 persen dengan pertumbuhan yang inklusif berkualitas itu sudah bagus. Sangat-sangat bagus jika tembus menyentuh 6 persen,” tegasnya.
Anas menilai, optimisme yang realistis jauh lebih penting dibandingkan narasi besar yang sulit dipahami masyarakat dalam situasi ekonomi saat ini.
Ia menegaskan bahwa publik membutuhkan penjelasan yang masuk akal dan terukur, bukan sekadar janji pertumbuhan tinggi tanpa peta jalan yang jelas.
“Optimis yang realistis lebih baik daripada menerangkan tanda-tanda mulai terlihat menuju 8 persen. Untuk keadaan sekarang ini sulit untuk menerangkannya dengan jelas,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak dalam upaya membangun argumentasi yang terkesan dipaksakan demi mempertahankan narasi pertumbuhan tinggi.
“Yang wajar dan optimis terukur saja. Cukup demikian,” pungkasnya.
Meski memberikan catatan kritis, Anas menegaskan bahwa pihaknya tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memperbaiki kehidupan rakyat, memperkuat ekonomi nasional, serta meningkatkan martabat bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks.














