Serangan Udara Israel di Gaza: Putra Negosiator Utama Hamas Terluka Parah dan Lima Orang Tewas

JurnalPatroliNews – Jakarta – Serangan udara Israel yang dilancarkan di Jalur Gaza pada Rabu (6/5/2026) mengakibatkan lima orang tewas dan melukai parah Azzam Al-Hayya, putra dari negosiator utama Hamas, Khalil Al-Hayya. Insiden yang terjadi di Kota Gaza tersebut juga menewaskan satu orang lainnya di lokasi yang sama.

Khalil Al-Hayya merupakan tokoh sentral Hamas yang saat ini memimpin pembicaraan tidak langsung dengan Israel mengenai masa depan wilayah Gaza.

Pihak Hamas menyatakan bahwa keluarga Khalil Al-Hayya telah berulang kali menjadi target serangan, di mana sebelumnya ia telah kehilangan tiga putra lainnya dalam konflik tahun 2008, 2014, dan upaya pembunuhan di Doha tahun lalu.

Pejabat Hamas, Taher Al-Nono, mengecam keras penargetan tersebut dan menyebutnya sebagai degradasi moral, namun ia menegaskan bahwa kekerasan ini justru akan membuat pihak negosiator semakin teguh pada pendiriannya dalam membela hak-hak rakyat Palestina.

Di tempat terpisah, serangan udara Israel di kawasan al-Mawasi, Khan Younis, menewaskan empat warga Palestina lainnya, termasuk seorang perwira polisi Hamas bernama Naseem al-Kalazani yang menjabat sebagai kepala pasukan anti-narkotika.

Serangan terhadap kendaraan tersebut juga melukai sedikitnya 17 orang. Militer Israel mengonfirmasi operasi di al-Mawasi dengan dalih menargetkan anggota Hamas, sejalan dengan peningkatan operasi yang menyasar struktur pemerintahan sipil kelompok tersebut di Gaza.

Eskalasi kekerasan ini terjadi bersamaan dengan pembicaraan yang sedang berlangsung di Kairo antara faksi Palestina dan mediator internasional terkait rencana perdamaian yang mencakup penarikan pasukan Israel serta rekonstruksi wilayah.

Meski demikian, isu pelucutan senjata Hamas masih menjadi hambatan utama dalam mencapai kesepakatan permanen.

Berdasarkan data otoritas kesehatan, total korban jiwa sejak perang pecah pada Oktober 2023 telah melampaui 72.500 warga Palestina, yang sebagian besar merupakan warga sipil.