JurnalPatroliNews | Denpasar – Momentum pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali yang berlangsung di Gedung Wanita Nari Graha, Panjer, Denpasar, Kamis (7/5/2026), berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni pergantian pejabat, tetapi juga menjadi simbol penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali bersama Kejaksaan Tinggi Bali dalam menjaga stabilitas daerah dan mengawal pembangunan di Pulau Dewata.
Acara berlangsung meriah dengan suguhan seni budaya Bali yang dibawakan para pelajar SMK Negeri 5 Denpasar. Nuansa budaya lokal begitu terasa sejak awal acara, mencerminkan karakter Bali yang tetap menjunjung tinggi tradisi di tengah perkembangan pembangunan modern.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala daerah se-Bali, serta sejumlah pejabat dari instansi vertikal dan aparat penegak hukum.
Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kajati Bali yang baru, Setiawan Budi Cahyono. Dengan gaya santai yang diselingi candaan, Koster menyebut bertugas di Bali memiliki keistimewaan tersendiri karena selain menjalankan tugas negara, pejabat yang bertugas juga dapat menikmati kekayaan budaya dan keindahan alam Bali.
“Kalau orang lain harus membeli tiket untuk berlibur ke Bali, pejabat yang bertugas di sini tinggal menikmati seluruh wilayah Bali dari utara, selatan, timur hingga barat,” ujar Koster yang langsung disambut tawa para tamu undangan.
Meski disampaikan secara santai, Gubernur Bali menegaskan bahwa Kejaksaan Tinggi Bali memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung berbagai agenda pembangunan strategis yang saat ini berkembang di Bali. Menurutnya, Bali tidak hanya menjadi pusat pariwisata internasional, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah pusat dalam pengembangan infrastruktur, investasi, ekonomi kreatif, hingga penguatan sektor lingkungan hidup.
Karena itu, Koster berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kejati Bali dapat terus diperkuat demi menjaga pembangunan tetap berjalan sesuai aturan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap kerja sama dan koordinasi yang sudah berjalan baik selama ini terus ditingkatkan. Banyak program strategis daerah maupun nasional yang membutuhkan pengawasan dan pendampingan hukum,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wayan Koster juga memberikan apresiasi kepada Kajati Bali sebelumnya, Chatarina Muliana, atas dedikasi dan kontribusinya selama bertugas di Bali. Ia menilai hubungan Forkopimda di Bali selama ini berjalan harmonis dan solid.
Menurutnya, koordinasi yang baik antarinstansi menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan pembangunan daerah.
Sementara itu, Chatarina Muliana menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Bali dan Forkopimda atas dukungan yang diberikan selama dirinya menjabat Kajati Bali.
“Tidak penting berapa lama kita bertugas, tetapi apa yang dapat kita lakukan selama menjalankan amanah itu yang paling penting,” ujarnya.
Ia mengaku Bali meninggalkan kesan mendalam karena memiliki budaya yang kuat, masyarakat yang ramah, serta soliditas antarlembaga yang sangat baik dalam menghadapi berbagai persoalan strategis daerah.
Menurut Chatarina, Bali kini menjadi perhatian nasional dalam berbagai sektor, termasuk pengembangan ekonomi berkelanjutan dan isu lingkungan yang mulai dijadikan contoh oleh pemerintah pusat.
Sementara itu, Kajati Bali yang baru, Setiawan Budi Cahyono, mengaku dirinya sudah cukup mengenal Bali sebelum dipercaya memimpin Kejaksaan Tinggi Bali. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis pada JAM Intel Kejaksaan Agung dan kerap melakukan pengawalan terhadap proyek-proyek strategis nasional di Bali.
“Di Bali cukup banyak proyek strategis nasional yang sebelumnya kami kawal, sehingga kami cukup sering datang ke Bali,” ungkapnya.
Setiawan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sinergi yang telah terbangun baik antara Kejati Bali, pemerintah daerah, dan seluruh unsur Forkopimda.
Ia memastikan Kejaksaan Tinggi Bali siap mendukung berbagai program pembangunan melalui fungsi pengamanan pembangunan strategis, pendampingan hukum, dan penguatan koordinasi lintas sektor.
“Kami siap membantu mengawal pembangunan di Bali demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Acara pisah sambut tersebut akhirnya menjadi penegasan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas Bali sebagai daerah strategis nasional maupun internasional.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Provinsi Bali bersama Kejaksaan Tinggi Bali diharapkan mampu menghadirkan tata kelola pembangunan yang profesional, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. (Sarjana)














