Wamenaker Afriansyah Noor Soroti Skill Mismatch dan Tantangan Pengangguran Lulusan SMK

JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama bagi Indonesia dalam menjawab tantangan masifnya digitalisasi global dan perkembangan Artificial Intelligence (AI).

Saat menjadi narasumber dalam Indonesia Cloud and Datacenter Convention 2026 di Jakarta pada Kamis (7/5/2026), Wamenaker menyoroti adanya pergeseran besar di dunia kerja yang memicu fenomena ketidaksesuaian keterampilan atau skill mismatch.

Mengacu pada data Sakernas November 2025, angka pengangguran masih mencapai 7,35 juta orang, yang ironisnya masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Guna mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengandalkan platform SIAPkerja sebagai sistem digital terintegrasi yang berfungsi sebagai gerbang tunggal layanan pelatihan, penempatan, hingga sertifikasi.

Selain digitalisasi layanan, pemerintah juga memfokuskan program pada pelatihan berbasis kompetensi untuk memperkuat aspek teknis maupun kemampuan interpersonal tenaga kerja.

Langkah ini didukung dengan pemberian sertifikasi sebagai pengakuan formal atas keahlian yang dimiliki pekerja agar mampu bersaing secara profesional.

Wamenaker menjelaskan bahwa pilar strategis pembangunan ketenagakerjaan saat ini bertumpu pada penguatan kurikulum, reskilling, dan upskilling.

Kemnaker berkomitmen untuk memperluas penempatan tenaga kerja dengan mempererat kolaborasi antara pemerintah, sektor industri, dan lembaga pendidikan.

Upaya reformasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan periode 2024–2029 yang inklusif dan adaptif demi mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.