JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan melalui Politeknik Ketenagakerjaan resmi menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan PT Huawei Tech Investment di Jakarta.
Kesepakatan ini difokuskan pada bidang pendidikan, pengembangan kompetensi, serta pemberdayaan sumber daya manusia yang berbasis pada kebutuhan industri teknologi terkini.
Langkah konkret ini diambil untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan sektor industri dalam menghasilkan tenaga kerja yang memiliki daya saing global.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut operasional dari nota kesepahaman yang telah dibangun sebelumnya.
Visi besar kementerian dalam pembangunan ketenagakerjaan kini diterjemahkan menjadi program nyata yang langsung menyentuh para dosen dan mahasiswa di tingkat satuan pendidikan.
Polteknaker sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kemnaker memegang mandat penting untuk menyiapkan ahli di bidang keselamatan kerja dan manajemen SDM.
Pendidikan vokasi diharapkan tidak hanya berhenti pada teori di ruang kelas melainkan harus mampu menjawab tantangan nyata di dunia kerja yang terus berkembang.
Proses pembelajaran ditekankan pada kemampuan untuk mempraktikkan ilmu dan menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja saat ini.
Kemitraan dengan Huawei menjadi jembatan krusial untuk menghubungkan kurikulum akademis dengan praktik nyata yang dilakukan oleh raksasa teknologi dunia.
Kolaborasi kedua pihak mencakup keterlibatan praktisi industri dalam kuliah umum, penyelarasan kurikulum, hingga penyediaan sarana praktik bagi para mahasiswa.
Selain itu terdapat program peningkatan kompetensi bagi tenaga pendidik melalui skema Training to Trainer dari ICT Academy guna memperbarui pengetahuan teknologi.
Pemberdayaan SDM juga diwujudkan melalui penyediaan kesempatan magang bagi mahasiswa serta pelaksanaan rekrutmen langsung melalui program campus hiring.
Program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja akan mendapatkan perspektif baru mengenai standar keamanan kerja di era transformasi digital.
Mahasiswa Manajemen SDM juga berkesempatan mempelajari pengelolaan talenta berkelas dunia langsung dari ekosistem industri yang dijalankan oleh Huawei.
Cris menegaskan bahwa seluruh upaya pengembangan ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia di masa depan.
Negara berkomitmen untuk menyiapkan manusia agar dapat bekerja dengan bermartabat serta memiliki akses yang adil terhadap setiap kesempatan perkembangan karier.
Investasi pada manusia dan pemberdayaan talenta menjadi nilai utama yang dijunjung bersama oleh Kemnaker dan para mitra industri strategisnya.















Komentar