JurnalPatroliNews – Jakarta – Jajaran Polres Tasikmalaya Kota mengamankan 13 remaja saat perayaan kemenangan Persib Bandung usai laga kontra Persija Jakarta pada Minggu malam, 10 Mei 2026. Belasan remaja tersebut diamankan karena diduga mengganggu ketertiban umum saat melakukan konvoi di sejumlah ruas jalan pusat Kota Tasikmalaya.
Mereka disebut melakukan aksi berkendara secara ugal-ugalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan lain serta berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto melalui Pamapta 1 Ipda Jonih Jonansa mengatakan, pihak kepolisian memang meningkatkan patroli dan pengamanan di berbagai titik setelah pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta selesai digelar.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang kerap muncul saat euforia kemenangan tim sepak bola berlangsung.
“Kegiatan pengamanan dan patroli ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pasca nobar Persib Bandung melawan Persija Jakarta,” kata Ipda Jonih Jonansa, Senin, 11 Mei 2026.
Menurutnya, para remaja yang diamankan langsung dibawa ke Markas Polres Tasikmalya Kota untuk menjalani pendataan serta pembinaan lebih lanjut.
Polisi ingin memastikan para remaja tersebut memahami risiko dari tindakan yang mereka lakukan, terutama yang berkaitan dengan keselamatan berlalu lintas dan ketertiban umum.
“Mereka dibawa ke Mapolres Tasikmalaya Kota untuk dilakukan pembinaan,” ujar Ipda Jonih.
Selain pembinaan, pihak kepolisian juga berencana memanggil orang tua masing-masing remaja agar turut memberikan pengawasan dan edukasi kepada anak-anak mereka.
Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk efek jera sekaligus pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang pada kesempatan berikutnya.
“Nanti akan kami serahkan kembali kepada orang tuanya agar memberikan efek jera,” katanya.
Polres Tasikmalaya Kota mengimbau masyarakat, khususnya para pendukung klub sepak bola, agar merayakan kemenangan tim kesayangan secara tertib dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Euforia kemenangan, menurut polisi, seharusnya tetap dilakukan dalam batas wajar dengan tetap menghormati ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan lainnya.














