Netanyahu Klaim Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Bersembunyi di Bunker


JurnalPatroliNews – Jakarta –  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kondisi pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. Netanyahu menyebut putra dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei itu masih hidup, namun kini bersembunyi di bunker yang diperkuat atau lokasi rahasia lain untuk menghindari ancaman pembunuhan.

Dalam wawancara eksklusif dengan CBS News, Netanyahu mengungkapkan laporan intelijen yang menyebut Mojtaba masih bertahan di tengah situasi keamanan yang sangat ketat.

“Saya rasa dia masih hidup. Sulit untuk menentukan kondisinya secara akurat, Anda tahu? Dia hidup dalam keadaan luar biasa, bersembunyi di bunker yang diperkuat atau lokasi rahasia yang tersembunyi,” ujar Netanyahu, seperti dikutip pada Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Netanyahu, Mojtaba saat ini tengah berupaya mempertahankan kendali sebagai penerus ayahnya, namun pengaruh politik dan militernya dinilai belum sekuat dominasi absolut yang sebelumnya dimiliki Ali Khamenei.

“Mojtaba sedang berusaha keras untuk menjalankan wewenangnya, tetapi memiliki bobot dan pengaruh yang lebih kecil dibanding pengaruh ayahnya sebelum terbunuh,” kata Netanyahu.

Pernyataan tersebut memperkuat berbagai laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei, yang selama ini dikenal lebih banyak bekerja di balik layar, masih dikelilingi ketidakjelasan dalam sejumlah isu strategis, terutama terkait negosiasi regional dan arah kebijakan militer Iran.

Hingga kini, belum ada kepastian sejauh mana ia benar-benar memegang kendali penuh dalam pengambilan keputusan politik maupun militer sehari-hari di Teheran.

Sejumlah sumber menyebut kepemimpinan Iran menyadari bahwa Israel sebelumnya secara sistematis menargetkan pejabat tinggi sebelum kesepakatan gencatan senjata tercapai. Nama Mojtaba disebut kini berada di posisi teratas dalam daftar target potensial Israel.

Situasi itu membuat pemimpin baru Iran tersebut dikabarkan terus berada dalam status kewaspadaan tinggi di lokasi persembunyian rahasianya.

Kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan besar mengenai legitimasi dan efektivitas kepemimpinan Mojtaba Khamenei di tengah tekanan eksternal yang terus meningkat serta ancaman internal yang belum sepenuhnya mereda.